Aku Ingin Mendapatkan Pendidikan, Tapi Aku Benci Sekolah!

Aku ingin mendapatkan pendidikan, tapi aku benci sekolah. Judulnya sangat profokatif, sudah lama ingin menulis tentang salah satu suara hati anak sekolahan dari novel "Tak Sempurna". Apa yang diceritakan Rama Aditya Putra dalam novel ini memiliki kesamaan dengan apa yang diceritakan Malcolm London pada saat berbicara di TED, Lihat Video di ted.

mari kita simak sedikit dan untuk lengkapnya silahkan baca novelnya.

Namaku Rama Aditya Putra. Panggil aku Rama. Aku ingin bercerita tentang sekolah. Jika tidak benar-benar siap, sebaiknya siapapun tidak meneruskan membaca cerita ini. Tetapi jika benar-benar ingin tahu, tentang sekolah dan segala hal yang tersinggung dengannya, mungkin beberapa yang akan kuceritakan berikut ini belum kaian ketahui… aku ingin memulai semuanya dengan menceritakan sekolahku—

*****

Sekolahku adalah tempat terbaik untuk bertumbuh: Guru-guru, dengan pakaian rapi dan rambut kelimis, tersenyum ramah menyambut semua murid yang memasuki kelas penuh harapan. Guru, begitu kami menyapa mereka, seperti sesungguhnya: Teladan utama yang benar-benar patut di gugu lan ditiru.

Di kelas, palajaran-pelajaran disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Murid-murid saling membantu – mengulurkan tangan untuk siapa saja yang terjatuh dan menyapa hangat saat temannya kesepian. Tak ada kata-kata kotor di sana, tak ada umpatan dan caci-maki, semua yang terlontar dari lidah semua orang bagai madah yang mengalun indah.

Di sekolahku, ada cinta dan persahabatan, juga hal-hal lainnya yang karena begitu indah sekaligus menyenangkan menjadi tak bisa dilukiskan kata-kata. Ya, tak tertola, sekolahku adalah tempat yang paling tepat untuk menempa diri dan menyiapkan masa depan! Disanalah kami mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman-pengalaman, kebenaran-kebenaran.

Di sekolahku, tak ada hal yang lain kecuali baik dan benar, dari logika, etika, hingga estetika. Tak ada yang lebih baik dari tempat ini. Semuanya berjalan tertib dan sesuai harapan. Barangkali, jika kitab suci belum selesai dituliskan, sekolahku bisa diandaikan sebagai surga di dunia!

Di sekolahku, saat murid-muridnya lulus, mereka bisa bergembira merayakan keberhasilannya dalam pesta apa saja yang paling membuat mereka berbahagia. Setelah semua itu, mereka akan mendapatkan pekerjaan yang baik, menjadi orang baik-baik, sukses dan kaya raya, mendapatkan jodoh dan berkeluarga, hidup bahagia selama-lamanya…

Itulah sekolahku. Jika tak percaya, datanglah ke sana: maka kau akan menemukan kebohongan-kebohongan semacam ini, lebih banyak lagi…

*****
Aku ingin mendapatkan pendidikan, tapi aku benci sekolah!

Sekarang, mungkin semua yang kuceritakan ini terdengar berlebihan. Nyinyir. Palsu. Atau apapun. Seolah-olah aku hanya remaja labil yang karena tak sanggup memikul tugas-tugas yang di bebankan sekolah, lantas frustrasi dan membabi-buta menyalahkan segalanya tentang sekolah. Aku tahu akan ada di antar kalian yang menganggapku demikian. Mungkin benar juga, aku adalah sampah dunia pendidikan yang tak sanggup berkompetisi dalam sebuah arus-utama bernama sekolah. Terserah kalian saja. Tapi jika banyak orang punya pirkiran dan perasaan sepertiku, aku kira tentu ada yang salah dengan sekolah – system pendidikan – kan?

Tentang semua itu, aku bukan ahlinya, tetapi aku akan menceritakan semua kisahku apa adanya… aku ingin kalian membacanya dan mengetahui bahwa aku, dan teman-temanku, benar-benar butuh pertolongan.
Ada yang salah dengan sekolah. Paling tidak, ada yang salah dengan sekolahku!

Sistem pendidikan yang diterapkan sekarang ini masih perlu dilakukan perbaikan, mari kita simak bagaimana cara kreatif meminta perbaikan sistem pendidikan;

You Might Also Like: