Belajar Matematika dari Kerusuhan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta

Saling melempar tanggung jawab ketika terjadi masalah bukanlah sikap seorang pemimpin. Kerusauhan LP Tanjung Gusta kita jadikan pembelajaran untuk membenahi atau perbaikan di LP lainnya karena hukum sebab-akibat atau aksi-reaksi itu pasti ada. Hanya masalah waktu kapan akan muncul ke permukaan sebab-akibat atau aksi-reaksi itu karena pada dasarnya tingkat kesabaran manusia ada batasnya. Secara logika juga bisa kita dapat bahwa sebuah kerusuhan massa yang besar tidak mungkin hanya karena sakit hati sehari. Jangan terlalu serius ceritanya mari kita lihat kerusuhan LP Tanjung Gusta dari sisi yang berbeda.
Belajar Matematika dari Kerusuhan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung GustaBelajar Matematika dari Kerusuhan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta. Beberapa catata yang dapat kita ambil dari kerusuhan yang terjadi pada di lapas tanjung kusta pada kamis malam tanggal 11 Juni 2013.

Salah satu catatan yang bisa kita ambil adalah kemampuan bermatematika dari para menteri atau jurnalis yang masih terlihat rendah dalam menyampaikan data-data yang berada di lapangan

Kesalahan penyampaian data-data sekilas terlihat sederhana, tetapi sebenarnya berakibat fatal, apalagi data-data yang disampaikan berhubungan dengan nyawa manusia.

Mari kita simak beberapa media berita yang memuat berita kerusuhan lapas Tanjung Kusta ini:

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/07/11/mps2yh-kelebihan-kapasitas-di-lapas-tanjung-gusta-247-persen
Dari catatan harian Lapas di Pusat Data Kanwil Ditjen Lapas Medan, komplek lapas tersebut hanya mampu menampung 1.054 narapidana.
Namun, dari catatan terbaru per Kamis 11 Juni 2013, Lapas tersebut kini menampung sekitar 247 persen lebih banyak dari seharusnya. Artinya Lapas Kelas I Medan ini total berpenghuni sebanyak 2.600 narapidana.

https://nasional.kompas.com/read/2013/07/12/0927195/Denny.Kapasitas.1.054.Orang.Lapas.Tanjung.Gusta.Dihuni.2.600.Orang
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengakui bahwa Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, memang kelebihan kapasitas. Jumlah narapidana yang mendekam di lapas tersebut terhitung 11 Juli 2013 sekitar 2.600 orang. Jumlah ini, menurut Denny, melebihi kuota sampai 247 persen dari kapasitas maksimal lapas yang seharusnya hanya 1.054 narapidana.


Sedikit catatan, kemarin kita beri soal matematika sederhana di facebook untuk dijawab. Soal yang kita berikan adalah "Sebuah kapal laut dapat mengangkut penumpang maksimal $100$ orang. Jika saat ini kapal diketahui mengangkut penumpang $250$ orang, maka berapa persen kelebihan penumpang saat ini?"
Jawaban yang kita terima dari Drs.Mujib Wiyono, Bapsol Cynkmoe, dan Tarutpatni Budi Lestari yang mungkin sudah mewakili adalah $150 \%$, dan saya juga berpendapat sama dengan apa yang mereka sampaikan ini.

Kembali kepada beberapa kutipan berita yang kita kutip di atas, disampaikan bahwa: "Kapasitas lapas Tanjung Gusta adalah $1.054$ orang dan dihuni $2600$ orang sehingga kelebihan kapasitas adalah $1.546$ orang dan jika dibuat dalam persentase adalah $146,7\%$ atau sekitar $147\%$". Apa yang diberitakan oleh media atau apa yang disampaikan oleh wakil menteri apalagi wakil rakyat ini, kurang tepat bahwa kelebihan kapasitas lapas Tanjung Gusta $247\%$.

Kesaahan ini sekilas terlihat sederhana tetapi sebenarnya sangat fatal, apalagi ini terkait dengan nyawa. Ini masih data yang sederhana data yang sudah ada. Bagaimana dengan data-data lain yang belum ada, misalnya data-data yang masih harus di prediksi, mungkin akan jauh lebih besar kesalahannya.

Mudah-mudahan kedepan bisa diperbaiki agar data yang ada terlihat benar dan masyarakat kita juga ikut benar dalam bermatematik.

Semoga juga dalam beberapa tahun terakhir ini, di meja kerjanya Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak banyak data yang salah, hanya karena kemampuan para menteri dan wakil rakyat yang rendah dalam bermatematik.

Kita tahu sendiri jika banyak data yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan maka kemungkinan besar akan ada pemborosan biaya yang besar. Sehingga ini tentunya akan memperlambat perkembangan negara dalam melakukan pembangunan pada Sumber Daya Manusia (SDM) atau SUmber Daya Alam (SDA).

Mari kita terus belajar, dan tidak melupakan teori-teori sederhana atau logika sederhana dalam matematika yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Untuk segala sesuatu hal yang perlu kita diskusikan terkait Belajar Matematika dari Kerusuhan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta silahkan disampaikan 🙏 CMIIW😊.

Jangan Lupa Untuk Berbagi 🙏 Share is Caring 👀 dan JADIKAN HARI INI LUAR BIASA! - WITH GOD ALL THINGS ARE POSSIBLE😊

Insurance, Loans, Mortgage, Attorney, Credit, Lawyer, Donate, Software, Conference Call,
© defantri.com ~ Made with ❤️ in Lintongnihuta, IDN. Developed by Jago Desain