Gk7qp1DNYQGDurixnE7FWT3LyBvSK3asrvqSm057
Bookmark

Belajar Memahami Strategi Pembelajaran

Christa, Salah Satu Pemenang First Class Honour Menjelaskan Kenapa Belajar Matematika

Pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Strategi pembelajaran menjadi salah satu kunci untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap relevan dan efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas belajar di era digital.

Strategi pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik, meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar, dan membantu guru dalam menyampaikan informasi secara efektif. Apakah Anda pernah merasa bahwa metode belajar Anda kurang efektif? Ini mungkin karena kurangnya strategi yang tepat.


Pengertian Strategi

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan, selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikan dalam pengertian secara sempit dan pengertian secara luas.

Dalam pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan.

Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Pengertian Strategi Pembelajaran

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, (Wina Senjaya, 2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008).

Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Apa itu Strategi Pembelajaran Induktif

Strategi pembelajaran induktif adalah pendekatan di mana siswa diberi kesempatan untuk menemukan konsep dan prinsip melalui observasi, pengumpulan data, dan pengujian hipotesis. Dalam metode ini, pembelajaran dimulai dengan kasus-kasus atau contoh-contoh spesifik yang kemudian mengarah pada pembentukan aturan umum. Dengan kata lain, siswa memulai dari hal-hal yang konkrit dan menuju pemahaman yang abstrak.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Induktif

Salah satu kelebihan utama dari strategi induktif adalah bahwa ini mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih terlibat karena mereka harus berpikir kritis dan kreatif untuk menemukan aturan atau konsep dari data yang diberikan. Selain itu, metode ini membantu dalam mengembangkan keterampilan analitis dan pemecahan masalah.

Namun, ada juga beberapa kekurangan. Strategi ini bisa memakan waktu lebih lama karena siswa harus melalui proses penemuan sendiri. Selain itu, tanpa panduan yang tepat, siswa mungkin merasa kewalahan atau bingung, yang bisa menghambat proses pembelajaran mereka.

Apa itu Strategi Pembelajaran Deduktif

Di sisi lain, strategi pembelajaran deduktif adalah pendekatan di mana pembelajaran dimulai dengan penjelasan konsep atau aturan umum, dan kemudian siswa diberikan kesempatan untuk menerapkannya pada contoh-contoh spesifik. Ini adalah metode yang lebih langsung dan sering digunakan untuk memperkenalkan konsep-konsep baru yang kompleks.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Deduktif

Kelebihan dari pendekatan deduktif adalah bahwa ini lebih efisien dalam menyampaikan informasi yang kompleks dalam waktu yang lebih singkat. Guru dapat memastikan bahwa semua siswa menerima informasi yang sama dan memahami konsep-konsep dasar sebelum mereka mencoba menerapkannya. Ini sangat berguna dalam konteks di mana waktu adalah faktor kritis.

Namun, kekurangannya adalah bahwa siswa mungkin menjadi pasif dalam proses pembelajaran karena mereka hanya menerima informasi tanpa terlibat aktif dalam penemuan atau eksplorasi. Ini bisa mengurangi keterlibatan dan minat siswa, serta menghambat pengembangan keterampilan berpikir kritis.

Perbandingan Antara Strategi Induktif dan Deduktif

Memilih antara strategi induktif dan deduktif tergantung pada konteks pembelajaran dan tujuan yang ingin dicapai. Berikut adalah beberapa panduan untuk membantu dalam pengambilan keputusan:

Kapan Menggunakan Strategi Induktif?

Strategi induktif sangat efektif digunakan ketika:

  • Siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup untuk membuat generalisasi dari contoh-contoh spesifik.
  • Tujuan pembelajaran adalah untuk mengembangkan keterampilan analitis dan berpikir kritis.
  • Ada cukup waktu untuk siswa melakukan eksplorasi dan penemuan sendiri.

Kapan Menggunakan Strategi Deduktif?

Di sisi lain, strategi deduktif lebih cocok digunakan ketika:

  • Siswa perlu memahami konsep atau aturan yang kompleks dalam waktu singkat.
  • Informasi yang harus disampaikan sangat spesifik dan tidak memerlukan interpretasi atau penemuan sendiri oleh siswa.
  • Guru ingin memastikan bahwa semua siswa memiliki pemahaman yang sama tentang konsep dasar sebelum melanjutkan ke penerapan praktis.

Sebagai bahan bacaan dan sumber catatan tentang strategi pembelajaran ini, silahkan file bisa dibaca secara offline 📥 Download File

Catatan Belajar Memahami Strategi Pembelajaran di atas sifatnya "dokumen hidup" yang senantiasa diperbaiki atau diperbaharui sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Catatan tambahan dari Anda yang dialamatkan kepada admin diharapkan dapat meningkatkan kualitas catatan ini 🙏 CMIIW.

JADIKAN HARI INI LUAR BIASA!
Ayo Share (Berbagi) Satu Hal Baik.
Tak ada yang lebih membuat murid gembira selain berhasil mempelajari sesuatu. Dan tak ada yang membuat seorang guru gembira selain menemukan cara untuk mengajari muridnya.
Andrea Hirata