Beberapa hari yang lalu saya makan di suatu warung mie, sambil menunggu pesanan datang, pada salah satu dinding warung ditempel poster yang mengingatkanku kepada mama tercinta. Melalui catatan ini saya coba tampilkan apa pesan yang disampaikan pada poster tersebut, yang mungkin bisa juga mengingatkan Anda kepada orang-orang yang membesarkan Anda, paling tidak Anda mendoakannya saat Anda membaca ini.
Membaca baris demi baris pesan ini seperti bercermin pada masa kecil kita sendiri. Kadang kita lupa bahwa orang tua kita tidak lahir dalam keadaan renta; mereka telah menghabiskan masa mudanya untuk memastikan kita memiliki masa depan. Mari sejenak meresapi pesan dari hati mereka:
$ \therefore$ Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku...
$ \therefore$ Ingat saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.
$\therefore$ Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Di masa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah kuceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.
$\therefore$ Ingatlah di masa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
$\therefore$ Janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang kau ajukan saat itu.
$\therefore$ Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku, bagaikan di masa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.
$\therefore$ Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.
$\therefore$ Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
$\therefore$ Berilah daku kasih dan kesabaranmu, daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur. Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.
Seringkali kita merasa tidak sabar menghadapi lambatnya gerak mereka atau berulangnya cerita mereka, tanpa menyadari bahwa suatu saat nanti, kita pun akan merindukan suara yang sama. Berbakti bukan sekadar membalas budi, karena kasih orang tua takkan pernah bisa terbalas tuntas. Berbakti adalah cara kita memuliakan kemanusiaan kita sendiri.
Luangkanlah waktu sejenak hari ini. Jika mereka masih ada, genggam erat tangannya. Jika mereka sudah tiada, sebutlah namanya dalam doa terbaikmu sebagai tanda cinta yang tak pernah putus.
asa leleng ho mangolu di tano na dilehon Tuhan i tu ho.
(Hormatilah orang tuamu, agar lanjut umurmu di bumi yang diberikan Tuhan kepadamu)
Catatan Saat Daku Tua, Bukan Lagi Diriku yang Dulu (Pesan dari Hati Orang Tua) di atas sifatnya "dokumen hidup" yang senantiasa diperbaiki atau diperbaharui sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Catatan tambahan dari Anda untuk admin diharapkan dapat meningkatkan kualitas catatan ini 🙏 CMIIW.
Ayo Share (Berbagi) Satu Hal Baik.
Ketika kamu melakukan sesuatu dari hati, kamu akan merasakan sungai mengalir di dalam diri, yaitu sebuah kebahagiaan.

com.png)