Gk7qp1DNYQGDurixnE7FWT3LyBvSK3asrvqSm057
Bookmark

30 Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia (Pilihan) Tahun 2025 dan Kunci Jawaban (B)

Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK Pelajaran Pilihan dan Kunci Jawaban

Menguji pemahaman literasi dan kebahasaan kini menjadi bagian penting dalam Tes Kemampuan Akademik. Bagi Anda yang sedang bersiap menghadapi ujian, kumpulan soal TKA SMA Bahasa Indonesia pelajaran pilihan ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan membaca cepat, analisis teks, hingga penguasaan tata bahasa. Catatan ini menyediakan contoh soal terbaru beserta kunci jawaban lengkap yang dapat diunduh guna membantu guru maupun siswa melakukan persiapan belajar secara mandiri demi meraih hasil terbaik.

Berdasarkan informasi yang dibagikan PUSPENDIK (Pusat Asesmen Pendidikan) melalu laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ disampaikan bahwa TKA Bahasa Indonesia difokuskan pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca. Membaca dipilih sebagai fokus karena merupakan keterampilan utama yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berubah dan berkembang sangat cepat.

Muatan Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Sederajat

Keterampilan membaca diujikan pada teks informasi tunggal maupun jamak, serta teks fiksi.

  • Teks informasi tunggal maupun jamak berisi fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi dari berbagai bidang atau topik, berbagai genre, berbagai konteks, dalam skala lokal, nasional, dan global.
  • Teks fiksi realisme atau absurd dengan latar cerita konkret, metaforis, atau abstrak, tokoh dengan karakter bulat, konflik tunggal atau jamak dengan penyelesaian terbuka, alur campuran, dan sudut pandang campuran.

Teks yang digunakan dalam TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut memiliki tingkat kompleksitas dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Kosakata: kata khusus dan kata umum, kata berimbuhan kompleks, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, konotatif konteks luas, nuansa makna;
  • Kalimat: kalimat kompleks berbagai pola, kalimat efektif, kalimat logis; dan
  • Wacana: wacana yang kohesif dan koheren, konjungsi antarparagraf, penggunaan ejaan; panjang teks 300–350 kata (kecuali teks puisi).

Matriks Asesmen Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Sederajat

  1. Pemahaman Tekstual
    • Mengidentifikasi informasi dalam teks akademik.
    • Mengidentifikasi kalimat yang tepat untuk menyampaikan tanggapan, respons, dan kritik sesuai norma sosial dan budaya.
    • Mengidentifikasi kalimat yang tepat dalam pengajuan usulan, perumusan masalah, dan pemecahan masalah pada teks dalam bidang akademik dan/atau dunia kerja.
    • Mengidentifikasi karakter, peristiwa, latar pada sastra Indonesia atau terjemahan.
  2. Pemahaman Inferensial
    • Membandingkan nilai-nilai (budaya, sosial, moral, religius, dan/atau pendidikan) dalam karya sastra Indonesia dan/atau terjemahan.
    • Mengungkapkan kembali isi sastra Melayu Klasik.
    • Mengubah informasi dari tabel/grafik menjadi uraian atau uraian menjadi tabel/grafik dalam bidang akademik dan/atau dunia kerja.
    • Menjelaskan ketepatan penggunaan bahasa, kiasan, dan atau citraan dalam teks
    • Menjelaskan ketepatan penggunaan afiks, konstruksi frasa, konstruksi klausa, dan/atau kalimat dalam teks.
    • Menjelaskan kohesi dan koherensi dalam teks ilmiah.
  3. Evaluasi dan Apresiasi
    • Menilai gagasan dan pandangan dalam berbagai teks (digital atau cetak) berdasarkan kaidah logika berpikir.
    • Menilai ketepatan dan kesesuaian isi antarteks (digital atau cetak) dalam bidang sosial, akademik, dan dunia kerja.
    • Menilai gagasan atau tindakan tokoh berdasarkan norma atau nilai individu dan sosial.
    • Mengalihwahanakan puisi (Indonesia dan/atau terjemahan) dalam bentuk prosa.
    • Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur puisi, prosa, dan drama Indonesia atau terjemahan.

Soal TKA Bahasa Indonesia (Pilihan) SMA/MA/SMK Tahun 2025 dan Kunci Jawaban

Contoh soal TKA Bahasa Indonesia SMA Sederajat ini, silahkan dikerjakan terlebih dahulu secara mandiri sebelum membuka buku atau sumber lain untuk melihat pembahasan soal. Setelah selesai silakan 💡 Evaluasi Jawaban dan jika hasilnya belum memuaskan, pilih ⟳ Ulangi Tes untuk tes ulang. Ayo Tunjukkan Kemampuan Terbaikmu!

TKA Bahasa Indonesia (Pilihan) SMA/MA/SMK
Nama Peserta   :  
Tanggal Tes   :   -
Jumlah Soal   :   0 soal
Sisa Waktu   :   --:--
Petunjuk Pengerjaan Soal:
Bentuk soal pilihan ganda, pilihlah jawaban yang paling tepat di antara pilihan jawaban yang tersedia. Jawaban soal Benar skor $+4$, Salah skor $−1$, dan Kosong skor $0$.

1. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3!
Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak
Hatta, ketika laut tenang, seekor ikan besar tiba-tiba muncul dari permukaan laut dan terbang menyerangnya. Tanpa beringsut dari tempat duduk maupun membuka mata, Datu Mabrur menepis serangan mendadak itu. Ikan itu terpelanting dan jatuh di karang. Setelah jatuh ke air, ikan itu menyerang lagi. Demikian berulang-ulang. Di sekeliling karang, ribuan ikan lain mengepung, memperlihatkan gigi mereka yang panjang dan tajam, seakan prajurit siap tempur. Pada serangannya yang terakhir, ikan itu terpelanting jatuh persis saat Datu Mabrur membuka matanya.

"Hai, ikan! Apa maksudmu mengganggu samadiku? Ikan apa kamu?"

"Aku ikan todak, Raja Ikan Todak yang menguasai perairan ini. Samadimu membuat lautan bergelora. Kami terusik, dan aku memutuskan untuk menyerangmu. Tapi, engkau memang sakti, Datu Mabrur. Aku takluk," katanya, megap-megap. Matanya berkedip-kedip menahan sakit. Tubuhnya terjepit di sela-sela karang tajam.

"Jadi, itu rakyatmu?" Datu Mabrur menunjuk ribuan ikan yang mengepung karang. "Ya, Datu. Tapi, sebelum menyerangmu tadi, kami telah bersepakat. Kalau aku kalah, kami akan menyerah dan mematuhi apa pun perintahmu." "Datu, tolonglah aku. Obati luka-lukaku dan kembalikanlah aku ke laut. Kalau terlalu lama di darat, aku bisa mati. Atas nama rakyatku, aku berjanji akan mengabdi padamu, bila engkau menolongku..." Raja Ikan Todak mengiba-iba. Seolah sulit bernapas, insangnya membuka dan menutup.

"Baiklah," Datu Mabrur berdiri. "Sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya, aku akan menolongmu." "Apa pun permintaanmu, kami akan memenuhinya. Datu ingin istana bawah laut yang terbuat dari emas dan permata, dilayani ikan duyung dan gurita? Ingin berkeliling dunia, bersama ikan paus dan lumba-lumba?" "Tidak. Aku tak punya keinginan pribadi, tapi untuk masa depan anak-cucuku nanti...." Lalu, Datu Mabrur menceritakan maksud pertapaannya selama ini.

"Akan kuterahkan rakyatku, seluruh penghuni lautan dan samudera. Sebelum matahari terbit esok pagi, impianmu akan terwujud. Aku bersumpah!" jawab Raja Ikan Todak.

Datu Mabrur tak dapat membayangkan, bagaimana Raja Ikan Todak akan memenuhi sumpahnya itu. "Baiklah. Tapi kita harus membuat perjanjian. Sejak sekarang kita harus sa-ijaan, seiring sejalan. Seia sekata, sampai ke anak-cucu kita. Kita harus rakat mufakat, bantu membantu, bahu membahu. Setuju?"

"Setuju, Datu...," sahut Raja Ikan Todak yang tergolek lemah.

Sumber: https://ebook.smkmuda.id/ebooks/cerdas-cergas-berbahasa-dan-bersastra-indonesia-untuk-sma-smk-kelas-x


Urutan peristiwa yang tepat sesuai dengan isi hikayat tersebut adalah....

2. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3!
Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak
Hatta, ketika laut tenang, seekor ikan besar tiba-tiba muncul dari permukaan laut dan terbang menyerangnya. Tanpa beringsut dari tempat duduk maupun membuka mata, Datu Mabrur menepis serangan mendadak itu. Ikan itu terpelanting dan jatuh di karang. Setelah jatuh ke air, ikan itu menyerang lagi. Demikian berulang-ulang. Di sekeliling karang, ribuan ikan lain mengepung, memperlihatkan gigi mereka yang panjang dan tajam, seakan prajurit siap tempur. Pada serangannya yang terakhir, ikan itu terpelanting jatuh persis saat Datu Mabrur membuka matanya.

"Hai, ikan! Apa maksudmu mengganggu samadiku? Ikan apa kamu?"

"Aku ikan todak, Raja Ikan Todak yang menguasai perairan ini. Samadimu membuat lautan bergelora. Kami terusik, dan aku memutuskan untuk menyerangmu. Tapi, engkau memang sakti, Datu Mabrur. Aku takluk," katanya, megap-megap. Matanya berkedip-kedip menahan sakit. Tubuhnya terjepit di sela-sela karang tajam.

"Jadi, itu rakyatmu?" Datu Mabrur menunjuk ribuan ikan yang mengepung karang. "Ya, Datu. Tapi, sebelum menyerangmu tadi, kami telah bersepakat. Kalau aku kalah, kami akan menyerah dan mematuhi apa pun perintahmu." "Datu, tolonglah aku. Obati luka-lukaku dan kembalikanlah aku ke laut. Kalau terlalu lama di darat, aku bisa mati. Atas nama rakyatku, aku berjanji akan mengabdi padamu, bila engkau menolongku..." Raja Ikan Todak mengiba-iba. Seolah sulit bernapas, insangnya membuka dan menutup.

"Baiklah," Datu Mabrur berdiri. "Sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya, aku akan menolongmu." "Apa pun permintaanmu, kami akan memenuhinya. Datu ingin istana bawah laut yang terbuat dari emas dan permata, dilayani ikan duyung dan gurita? Ingin berkeliling dunia, bersama ikan paus dan lumba-lumba?" "Tidak. Aku tak punya keinginan pribadi, tapi untuk masa depan anak-cucuku nanti...." Lalu, Datu Mabrur menceritakan maksud pertapaannya selama ini.

"Akan kuterahkan rakyatku, seluruh penghuni lautan dan samudera. Sebelum matahari terbit esok pagi, impianmu akan terwujud. Aku bersumpah!" jawab Raja Ikan Todak.

Datu Mabrur tak dapat membayangkan, bagaimana Raja Ikan Todak akan memenuhi sumpahnya itu. "Baiklah. Tapi kita harus membuat perjanjian. Sejak sekarang kita harus sa-ijaan, seiring sejalan. Seia sekata, sampai ke anak-cucu kita. Kita harus rakat mufakat, bantu membantu, bahu membahu. Setuju?"

"Setuju, Datu...," sahut Raja Ikan Todak yang tergolek lemah.

Sumber: https://ebook.smkmuda.id/ebooks/cerdas-cergas-berbahasa-dan-bersastra-indonesia-untuk-sma-smk-kelas-x


Peristiwa penting yang terjadi setelah Datu Mabrur menolong Raja Ikan Todak adalah....

3. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3!
Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak
Hatta, ketika laut tenang, seekor ikan besar tiba-tiba muncul dari permukaan laut dan terbang menyerangnya. Tanpa beringsut dari tempat duduk maupun membuka mata, Datu Mabrur menepis serangan mendadak itu. Ikan itu terpelanting dan jatuh di karang. Setelah jatuh ke air, ikan itu menyerang lagi. Demikian berulang-ulang. Di sekeliling karang, ribuan ikan lain mengepung, memperlihatkan gigi mereka yang panjang dan tajam, seakan prajurit siap tempur. Pada serangannya yang terakhir, ikan itu terpelanting jatuh persis saat Datu Mabrur membuka matanya.

"Hai, ikan! Apa maksudmu mengganggu samadiku? Ikan apa kamu?"

"Aku ikan todak, Raja Ikan Todak yang menguasai perairan ini. Samadimu membuat lautan bergelora. Kami terusik, dan aku memutuskan untuk menyerangmu. Tapi, engkau memang sakti, Datu Mabrur. Aku takluk," katanya, megap-megap. Matanya berkedip-kedip menahan sakit. Tubuhnya terjepit di sela-sela karang tajam.

"Jadi, itu rakyatmu?" Datu Mabrur menunjuk ribuan ikan yang mengepung karang. "Ya, Datu. Tapi, sebelum menyerangmu tadi, kami telah bersepakat. Kalau aku kalah, kami akan menyerah dan mematuhi apa pun perintahmu." "Datu, tolonglah aku. Obati luka-lukaku dan kembalikanlah aku ke laut. Kalau terlalu lama di darat, aku bisa mati. Atas nama rakyatku, aku berjanji akan mengabdi padamu, bila engkau menolongku..." Raja Ikan Todak mengiba-iba. Seolah sulit bernapas, insangnya membuka dan menutup.

"Baiklah," Datu Mabrur berdiri. "Sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya, aku akan menolongmu." "Apa pun permintaanmu, kami akan memenuhinya. Datu ingin istana bawah laut yang terbuat dari emas dan permata, dilayani ikan duyung dan gurita? Ingin berkeliling dunia, bersama ikan paus dan lumba-lumba?" "Tidak. Aku tak punya keinginan pribadi, tapi untuk masa depan anak-cucuku nanti...." Lalu, Datu Mabrur menceritakan maksud pertapaannya selama ini.

"Akan kuterahkan rakyatku, seluruh penghuni lautan dan samudera. Sebelum matahari terbit esok pagi, impianmu akan terwujud. Aku bersumpah!" jawab Raja Ikan Todak.

Datu Mabrur tak dapat membayangkan, bagaimana Raja Ikan Todak akan memenuhi sumpahnya itu. "Baiklah. Tapi kita harus membuat perjanjian. Sejak sekarang kita harus sa-ijaan, seiring sejalan. Seia sekata, sampai ke anak-cucu kita. Kita harus rakat mufakat, bantu membantu, bahu membahu. Setuju?"

"Setuju, Datu...," sahut Raja Ikan Todak yang tergolek lemah.

Sumber: https://ebook.smkmuda.id/ebooks/cerdas-cergas-berbahasa-dan-bersastra-indonesia-untuk-sma-smk-kelas-x


Mengapa tindakan Raja Ikan Todak yang ingin mengerahkan rakyatnya untuk memenuhi permintaan Datu Mabrur masih relevan dengan norma sosial saat ini?

Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  • Menggambarkan sikap balas budi terhadap orang yang telah berjasa dalam hidup kita.
  • Menunjukkan sikap suka menolong terhadap semua orang yang membutuhkan pertolongan.
  • Mencerminkan sikap pandai berterima kasih terhadap orang yang telah menolong.

4. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 4 s.d. 6!
Pahlawan Tak Dikenal
(Karya: Toto Sudarto Bachtiar)

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.


Mengapa larik "Dia tidak tahu untuk siapa dia datang" sudah tepat menguatkan gambaran tentang pahlawan?....

5. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 4 s.d. 6!
Pahlawan Tak Dikenal
(Karya: Toto Sudarto Bachtiar)

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.


Mengapa penyair menggunakan majas repetisi (pengulangan) pada bait awal dan akhir puisinya? Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  1. Menguatkan gambaran tentang pahlawan yang tewas tertembak.
  2. Menguatkan tentang adanya perjuangan di Batavia pada masa itu.
  3. Menegaskan tentang adanya pahlawan yang gugur demi tanah air.
  4. Menggambarkan kondisi peperangan yang pecah pada masa itu.
  5. Mengisyaratkan pengorbanan pahlawan yang tewas tanpa tanda jasa.

6. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 4 s.d. 6!
Pahlawan Tak Dikenal
(Karya: Toto Sudarto Bachtiar)

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.


Makna simbolik pada larik "Sambil merangkai karangan bunga" pada puisi tersebut adalah....

7. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 7 s.d. 9!
Metode Bercocok Tanam di Lahan Sempit
Urbanisasi yang terjadi secara masif menimbulkan berbagai tantangan serius, terutama dalam hal penyediaan pangan dan keterbatasan lahan. Seiring dengan pertumbuhan populasi yang pesat, kebutuhan akan makanan segar meningkat, sementara lahan perkotaan semakin sempit karena dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, perumahan, dan fasilitas publik. Situasi ini menyebabkan ketergantungan tinggi pada pasokan dari luar kota yang rentan terhadap gangguan distribusi dan peningkatan biaya. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam sistem produksi pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Perlu metode bercocok tanam yang dapat diterapkan di dalam ruang terbatas.

Inovasi metode bercocok tanam yang dapat mengatasi keterbatasan lahan di kota besar, yaitu pertanian vertikal. Metode ini dilakukan dengan menyusun tanaman dalam rak-rak bertingkat di lingkungan yang terkontrol. Metode ini memanfaatkan teknologi modern seperti hidroponik, aeroponik, dan pencahayaan LED. Sistem ini memungkinkan produksi pangan dilakukan dalam ruang terbatas secara efisien sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan. Selain menghemat lahan, pertanian vertikal juga dapat mengurangi penggunaan air, pestisida, serta tidak tergantung pada musim.

Namun demikian, pengembangan pertanian vertikal masih menghadapi sejumlah tantangan. Biaya awal pembangunan fasilitas ini tergolong tinggi karena membutuhkan peralatan canggih seperti sistem irigasi otomatis, kontrol suhu, dan pencahayaan khusus. Selain itu, konsumsi energi yang tinggi menjadi isu penting, meskipun teknologi energi terbarukan seperti panel surya mulai digunakan untuk mengatasi hal ini.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat urbanisasi yang terus meningkat memiliki potensi dalam pengembangan pertanian vertikal. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menghadapi tekanan besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakatnya. Pertanian vertikal bukan hanya sekadar solusi teknis, melainkan juga mencerminkan perubahan cara pandang dalam memproduksi pangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan kreativitas, pertanian vertikal dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan krisis pangan global.

Referensi:
https://radarmukomuko.bacakoran.co/read/10342/inovasi-pertanian-vertikal-masa-depan-ketahanan-pangan-di-kota-besar
https://kumparan.com/anggia-tifany/urban-farming-dan-pertanian-vertikal-sebagai-inovasi-pangan-23xGcZlcMaU/4


Setelah memahami fenomena dalam teks, bagaimana kalimat yang tepat untuk menyampaikan pemecahan masalah?

8. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 7 s.d. 9!
Metode Bercocok Tanam di Lahan Sempit
Urbanisasi yang terjadi secara masif menimbulkan berbagai tantangan serius, terutama dalam hal penyediaan pangan dan keterbatasan lahan. Seiring dengan pertumbuhan populasi yang pesat, kebutuhan akan makanan segar meningkat, sementara lahan perkotaan semakin sempit karena dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, perumahan, dan fasilitas publik. Situasi ini menyebabkan ketergantungan tinggi pada pasokan dari luar kota yang rentan terhadap gangguan distribusi dan peningkatan biaya. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam sistem produksi pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Perlu metode bercocok tanam yang dapat diterapkan di dalam ruang terbatas.

Inovasi metode bercocok tanam yang dapat mengatasi keterbatasan lahan di kota besar, yaitu pertanian vertikal. Metode ini dilakukan dengan menyusun tanaman dalam rak-rak bertingkat di lingkungan yang terkontrol. Metode ini memanfaatkan teknologi modern seperti hidroponik, aeroponik, dan pencahayaan LED. Sistem ini memungkinkan produksi pangan dilakukan dalam ruang terbatas secara efisien sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan. Selain menghemat lahan, pertanian vertikal juga dapat mengurangi penggunaan air, pestisida, serta tidak tergantung pada musim.

Namun demikian, pengembangan pertanian vertikal masih menghadapi sejumlah tantangan. Biaya awal pembangunan fasilitas ini tergolong tinggi karena membutuhkan peralatan canggih seperti sistem irigasi otomatis, kontrol suhu, dan pencahayaan khusus. Selain itu, konsumsi energi yang tinggi menjadi isu penting, meskipun teknologi energi terbarukan seperti panel surya mulai digunakan untuk mengatasi hal ini.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat urbanisasi yang terus meningkat memiliki potensi dalam pengembangan pertanian vertikal. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menghadapi tekanan besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakatnya. Pertanian vertikal bukan hanya sekadar solusi teknis, melainkan juga mencerminkan perubahan cara pandang dalam memproduksi pangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan kreativitas, pertanian vertikal dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan krisis pangan global.

Referensi:
https://radarmukomuko.bacakoran.co/read/10342/inovasi-pertanian-vertikal-masa-depan-ketahanan-pangan-di-kota-besar
https://kumparan.com/anggia-tifany/urban-farming-dan-pertanian-vertikal-sebagai-inovasi-pangan-23xGcZlcMaU/4


Cermati paragraf 1 Kalimat 1!
Mengapa frasa "urbanisasi yang terjadi secara masif" tepat sebagai pengisi fungsi subjek?

9. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 7 s.d. 9!
Metode Bercocok Tanam di Lahan Sempit
Urbanisasi yang terjadi secara masif menimbulkan berbagai tantangan serius, terutama dalam hal penyediaan pangan dan keterbatasan lahan. Seiring dengan pertumbuhan populasi yang pesat, kebutuhan akan makanan segar meningkat, sementara lahan perkotaan semakin sempit karena dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, perumahan, dan fasilitas publik. Situasi ini menyebabkan ketergantungan tinggi pada pasokan dari luar kota yang rentan terhadap gangguan distribusi dan peningkatan biaya. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam sistem produksi pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Perlu metode bercocok tanam yang dapat diterapkan di dalam ruang terbatas.

Inovasi metode bercocok tanam yang dapat mengatasi keterbatasan lahan di kota besar, yaitu pertanian vertikal. Metode ini dilakukan dengan menyusun tanaman dalam rak-rak bertingkat di lingkungan yang terkontrol. Metode ini memanfaatkan teknologi modern seperti hidroponik, aeroponik, dan pencahayaan LED. Sistem ini memungkinkan produksi pangan dilakukan dalam ruang terbatas secara efisien sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan. Selain menghemat lahan, pertanian vertikal juga dapat mengurangi penggunaan air, pestisida, serta tidak tergantung pada musim.

Namun demikian, pengembangan pertanian vertikal masih menghadapi sejumlah tantangan. Biaya awal pembangunan fasilitas ini tergolong tinggi karena membutuhkan peralatan canggih seperti sistem irigasi otomatis, kontrol suhu, dan pencahayaan khusus. Selain itu, konsumsi energi yang tinggi menjadi isu penting, meskipun teknologi energi terbarukan seperti panel surya mulai digunakan untuk mengatasi hal ini.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat urbanisasi yang terus meningkat memiliki potensi dalam pengembangan pertanian vertikal. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menghadapi tekanan besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakatnya. Pertanian vertikal bukan hanya sekadar solusi teknis, melainkan juga mencerminkan perubahan cara pandang dalam memproduksi pangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dan kreativitas, pertanian vertikal dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan krisis pangan global.

Referensi:
https://radarmukomuko.bacakoran.co/read/10342/inovasi-pertanian-vertikal-masa-depan-ketahanan-pangan-di-kota-besar
https://kumparan.com/anggia-tifany/urban-farming-dan-pertanian-vertikal-sebagai-inovasi-pangan-23xGcZlcMaU/4


Mengapa penggunaan istilah "urbanisasi" tepat digunakan dalam teks tersebut?
Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  1. Berhubungan dengan peningkatan jumlah penduduk di wilayah perkotaan.
  2. Menunjukkan metode pertanian modern yang cocok diterapkan di kota.
  3. Menyebabkan tantangan serius dalam penyediaan pangan di kota.
  4. Menjadi pemicu perlu adanya inovasi, seperti pertanian vertikal.
  5. Menjelaskan cara pendistribusian hasil pangan dari desa ke kota.

10. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 10 s.d. 12!
Beranjak dari Kemiskinan
Sejauh mana masyarakat bisa memenuhi hak-hak dasar dan mengakses sumber daya? Kedua hal itu berkaitan dengan kemiskinan dan ketimpangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), nilai rasio Gini, yang berkaitan dengan ketimpangan pengeluaran, berkisar 0-1. Nilai 0 artinya setiap orang atau kelompok menerima pendapatan yang sama. Adapun rasio Gini 1 artinya ketimpangan pendapatan timpang sempurna atau pendapatan hanya diterima satu orang atau kelompok. Rasio Gini mendekati 1 menunjukkan kondisi yang kian timpang. Di Indonesia, rasio Gini pada tahun 2024 sebesar 0,381.
Berikut tabel yang menjelaskan angka kemiskinan di Indonesia dalam 5 tahun terakhir.contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK dan Kunci Jawaban
Seseorang dikatakan miskin jika pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan berupa nilai pengeluaran minimal, yang terdiri dari kebutuhan makanan dan bukan makanan, yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Pada September 2024, garis kemiskinan Rp595.242,00 per kapita per bulan. Sementara menurut Bank Dunia, garis kemiskinan bagi negara berpendapatan menengah ke atas adalah 6,85 dollar AS per kapita per hari. Dengan nilai tukar Rp15.000,00 per dollar AS, nilai tersebut setara Rp102.750,00. Adapun garis kemiskinan ekstrem 2,15 dollar AS per kapita per hari atau Rp32.250,00. Di perkotaan dan perdesaan Indonesia, beras berkontribusi 20-an persen terhadap garis kemiskinan atau sebagai komoditas yang berperan paling besar. Maka, harga beras berpengaruh signifikan terhadap kemampuan masyarakat membeli kebutuhan makanan dan bukan makanan.

Harga kebutuhan makanan dan bukan makanan memengaruhi kemampuan masyarakat membeli barang. Di sisi lain, pendapatan yang tiba-tiba hilang akibat pemutusan hubungan kerja mengakibatkan masyarakat tak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Tanpa tabungan dan aset memadai, masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa jatuh miskin. Negara mana pun, termasuk Indonesia, berupaya menekan kemiskinan. Indonesia sudah memiliki Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Langkah awal adalah membentuk protokol data tunggal sebagai basis berbagai program untuk menekan angka kemiskinan. Keberadaan data ini diharapkan mendukung target menekan angka kemiskinan menjadi 4,5-5 persen dari jumlah penduduk.

Meski demikian, bantuan sosial saja tak cukup untuk membuat kemiskinan menjauh. Data BPS menunjukkan bahwa meskipun bantuan sosial terus digulirkan dalam lima tahun terakhir, jumlah penduduk miskin tetap tinggi, yakni mencapai 24,06 juta jiwa pada 2024. Bahkan, sebagian besar penerima bantuan sosial masih berada dalam kategori miskin setelah lebih dari tiga tahun mendapatkan bantuan. Penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun relatif lambat dan tidak cukup signifikan tanpa dukungan akses terhadap sumber daya produktif. Akses terhadap sumber daya, antara lain fasilitas pendidikan dan kesehatan, juga harus terjamin. Selain itu, tersedia lapangan kerja yang memberikan pendapatan layak bagi masyarakat.

Sumber: https://www.kompas.id/artikel/beranjak-dari-kemiskinan (dengan pengubahan seperlunya)


Perhatikan kalimat berikut!
Agar sejahtera, masyarakat mesti melepaskan dari kemiskinan.
Mengapa konstruksi frasa verba "mesti melepaskan" tidak sesuai dengan konteks kalimat tersebut?

11. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 10 s.d. 12!
Beranjak dari Kemiskinan
Sejauh mana masyarakat bisa memenuhi hak-hak dasar dan mengakses sumber daya? Kedua hal itu berkaitan dengan kemiskinan dan ketimpangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), nilai rasio Gini, yang berkaitan dengan ketimpangan pengeluaran, berkisar 0-1. Nilai 0 artinya setiap orang atau kelompok menerima pendapatan yang sama. Adapun rasio Gini 1 artinya ketimpangan pendapatan timpang sempurna atau pendapatan hanya diterima satu orang atau kelompok. Rasio Gini mendekati 1 menunjukkan kondisi yang kian timpang. Di Indonesia, rasio Gini pada tahun 2024 sebesar 0,381.
Berikut tabel yang menjelaskan angka kemiskinan di Indonesia dalam 5 tahun terakhir.contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK dan Kunci Jawaban
Seseorang dikatakan miskin jika pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan berupa nilai pengeluaran minimal, yang terdiri dari kebutuhan makanan dan bukan makanan, yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Pada September 2024, garis kemiskinan Rp595.242,00 per kapita per bulan. Sementara menurut Bank Dunia, garis kemiskinan bagi negara berpendapatan menengah ke atas adalah 6,85 dollar AS per kapita per hari. Dengan nilai tukar Rp15.000,00 per dollar AS, nilai tersebut setara Rp102.750,00. Adapun garis kemiskinan ekstrem 2,15 dollar AS per kapita per hari atau Rp32.250,00. Di perkotaan dan perdesaan Indonesia, beras berkontribusi 20-an persen terhadap garis kemiskinan atau sebagai komoditas yang berperan paling besar. Maka, harga beras berpengaruh signifikan terhadap kemampuan masyarakat membeli kebutuhan makanan dan bukan makanan.

Harga kebutuhan makanan dan bukan makanan memengaruhi kemampuan masyarakat membeli barang. Di sisi lain, pendapatan yang tiba-tiba hilang akibat pemutusan hubungan kerja mengakibatkan masyarakat tak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Tanpa tabungan dan aset memadai, masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa jatuh miskin. Negara mana pun, termasuk Indonesia, berupaya menekan kemiskinan. Indonesia sudah memiliki Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Langkah awal adalah membentuk protokol data tunggal sebagai basis berbagai program untuk menekan angka kemiskinan. Keberadaan data ini diharapkan mendukung target menekan angka kemiskinan menjadi 4,5-5 persen dari jumlah penduduk.

Meski demikian, bantuan sosial saja tak cukup untuk membuat kemiskinan menjauh. Data BPS menunjukkan bahwa meskipun bantuan sosial terus digulirkan dalam lima tahun terakhir, jumlah penduduk miskin tetap tinggi, yakni mencapai 24,06 juta jiwa pada 2024. Bahkan, sebagian besar penerima bantuan sosial masih berada dalam kategori miskin setelah lebih dari tiga tahun mendapatkan bantuan. Penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun relatif lambat dan tidak cukup signifikan tanpa dukungan akses terhadap sumber daya produktif. Akses terhadap sumber daya, antara lain fasilitas pendidikan dan kesehatan, juga harus terjamin. Selain itu, tersedia lapangan kerja yang memberikan pendapatan layak bagi masyarakat.

Sumber: https://www.kompas.id/artikel/beranjak-dari-kemiskinan (dengan pengubahan seperlunya)


Pernyataan paling tepat berdasarkan informasi tabel dalam teks tersebut adalah....

12. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 10 s.d. 12!
Beranjak dari Kemiskinan
Sejauh mana masyarakat bisa memenuhi hak-hak dasar dan mengakses sumber daya? Kedua hal itu berkaitan dengan kemiskinan dan ketimpangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), nilai rasio Gini, yang berkaitan dengan ketimpangan pengeluaran, berkisar 0-1. Nilai 0 artinya setiap orang atau kelompok menerima pendapatan yang sama. Adapun rasio Gini 1 artinya ketimpangan pendapatan timpang sempurna atau pendapatan hanya diterima satu orang atau kelompok. Rasio Gini mendekati 1 menunjukkan kondisi yang kian timpang. Di Indonesia, rasio Gini pada tahun 2024 sebesar 0,381.
Berikut tabel yang menjelaskan angka kemiskinan di Indonesia dalam 5 tahun terakhir.contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK dan Kunci Jawaban
Seseorang dikatakan miskin jika pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan berupa nilai pengeluaran minimal, yang terdiri dari kebutuhan makanan dan bukan makanan, yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Pada September 2024, garis kemiskinan Rp595.242,00 per kapita per bulan. Sementara menurut Bank Dunia, garis kemiskinan bagi negara berpendapatan menengah ke atas adalah 6,85 dollar AS per kapita per hari. Dengan nilai tukar Rp15.000,00 per dollar AS, nilai tersebut setara Rp102.750,00. Adapun garis kemiskinan ekstrem 2,15 dollar AS per kapita per hari atau Rp32.250,00. Di perkotaan dan perdesaan Indonesia, beras berkontribusi 20-an persen terhadap garis kemiskinan atau sebagai komoditas yang berperan paling besar. Maka, harga beras berpengaruh signifikan terhadap kemampuan masyarakat membeli kebutuhan makanan dan bukan makanan.

Harga kebutuhan makanan dan bukan makanan memengaruhi kemampuan masyarakat membeli barang. Di sisi lain, pendapatan yang tiba-tiba hilang akibat pemutusan hubungan kerja mengakibatkan masyarakat tak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Tanpa tabungan dan aset memadai, masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa jatuh miskin. Negara mana pun, termasuk Indonesia, berupaya menekan kemiskinan. Indonesia sudah memiliki Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Langkah awal adalah membentuk protokol data tunggal sebagai basis berbagai program untuk menekan angka kemiskinan. Keberadaan data ini diharapkan mendukung target menekan angka kemiskinan menjadi 4,5-5 persen dari jumlah penduduk.

Meski demikian, bantuan sosial saja tak cukup untuk membuat kemiskinan menjauh. Data BPS menunjukkan bahwa meskipun bantuan sosial terus digulirkan dalam lima tahun terakhir, jumlah penduduk miskin tetap tinggi, yakni mencapai 24,06 juta jiwa pada 2024. Bahkan, sebagian besar penerima bantuan sosial masih berada dalam kategori miskin setelah lebih dari tiga tahun mendapatkan bantuan. Penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun relatif lambat dan tidak cukup signifikan tanpa dukungan akses terhadap sumber daya produktif. Akses terhadap sumber daya, antara lain fasilitas pendidikan dan kesehatan, juga harus terjamin. Selain itu, tersedia lapangan kerja yang memberikan pendapatan layak bagi masyarakat.

Sumber: https://www.kompas.id/artikel/beranjak-dari-kemiskinan (dengan pengubahan seperlunya)


Perhatikan kalimat berikut!
Meski demikian, bantuan sosial saja tak cukup untuk membuat kemiskinan menjauh.
Mengapa kalimat argumentasi tersebut sesuai dengan data yang diberikan penulis dalam teks?
Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  1. Bantuan sosial belum mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
  2. Bantuan sosial yang diberikan tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan.
  3. Bantuan sosial harus dikombinasikan dengan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
  4. Bantuan sosial menciptakan ketergantungan yang justru memperpanjang kemiskinan.
  5. Bantuan sosial membuat masyarakat memiliki kemandirian untuk lepas dari kemiskinan.

13. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 13 s.d. 15!
Batik, Pakaian Resmi, dan Aspek Keberlanjutan

Fenomena menarik terjadi saat penyelenggaraan Research and Development 20 Summer School 2024 tentang transisi energi. Peserta dari negara empat musim tampak kedinginan di ballroom hotel meskipun berasal dari negara dingin. Hal ini terjadi karena ketidaksesuaian antara pengaturan suhu ruangan dengan pakaian yang dikenakan.

Dalam konsep kenyamanan termal, pakaian menjadi salah satu faktor penting. Menurut ASHRAE, pakaian dengan nilai clo rendah tidak cocok untuk suhu ruang yang disetel dingin. Di negara tropis, pengaturan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan pemborosan energi. Hal ini terjadi karena biasanya orang-orang memakai pakaian tebal, seperti jas. Ironisnya, budaya berpakaian formal di Indonesia masih mengandalkan jas sebagai standar, padahal penggunaan jas kurang sesuai dengan iklim tropis. Batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda bisa menjadi solusi elegan sekaligus ramah lingkungan. Batik memiliki bahan dan corak yang lebih sesuai dengan suhu tropis. Selain itu, penggunaan batik juga dapat mendukung efisiensi energi dan tidak menuntut suhu ruangan yang terlalu rendah. Penyesuaian ini bukan hanya tentang kenyamanan dalam mengenakan pakaian, melainkan juga tentang keberlanjutan. Penurunan suhu ruangan satu derajat celcius bisa menghasilkan emisi 160 kg $\text{CO}_2$ per tahun. Bayangkan dampaknya jika diterapkan di hotel atau gedung perkantoran.

Setiap lembar batik yang dikenakan menghidupi pengrajin, pelestari budaya, dan sektor UMKM kreatif. Bagi industri lokal, penggunaan batik secara luas dapat menjadi dorongan agar berkembang lebih pesat. Pemerintah dapat mendorong perubahan ini dengan menetapkan kebijakan yang memprioritaskan batik dalam acara resmi. Lembaga pendidikan dan instansi pemerintah juga bisa menjadi pelopor gerakan batik harian. Selain efisiensi energi, langkah ini juga memperkuat identitas nasional. Budaya bisa menjadi solusi atas krisis global, termasuk krisis iklim. Batik bukan sekadar pakaian, tetapi pernyataan sikap atas masa depan yang lestari.

Sudah saatnya, Indonesia menetapkan batik sebagai pakaian resmi dalam berbagai forum formal. Bahkan, batik akan lebih kuat jika digunakan dalam acara pelantikan, bukan jas. Hal ini akan menjadi simbol kuat keberlanjutan sekaligus kebanggaan nasional. Dengan memilih batik, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Glosarium:
ASHRAE: The American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineer
sclo: satuan yang digunakan untuk mengukur termal yang diberikan oleh pakaian.


Berdasarkan teks tersebut, manakah tanggapan yang sesuai dengan norma sosial dan budaya?...

14. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 13 s.d. 15!
Batik, Pakaian Resmi, dan Aspek Keberlanjutan

Fenomena menarik terjadi saat penyelenggaraan Research and Development 20 Summer School 2024 tentang transisi energi. Peserta dari negara empat musim tampak kedinginan di ballroom hotel meskipun berasal dari negara dingin. Hal ini terjadi karena ketidaksesuaian antara pengaturan suhu ruangan dengan pakaian yang dikenakan.

Dalam konsep kenyamanan termal, pakaian menjadi salah satu faktor penting. Menurut ASHRAE, pakaian dengan nilai clo rendah tidak cocok untuk suhu ruang yang disetel dingin. Di negara tropis, pengaturan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan pemborosan energi. Hal ini terjadi karena biasanya orang-orang memakai pakaian tebal, seperti jas. Ironisnya, budaya berpakaian formal di Indonesia masih mengandalkan jas sebagai standar, padahal penggunaan jas kurang sesuai dengan iklim tropis. Batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda bisa menjadi solusi elegan sekaligus ramah lingkungan. Batik memiliki bahan dan corak yang lebih sesuai dengan suhu tropis. Selain itu, penggunaan batik juga dapat mendukung efisiensi energi dan tidak menuntut suhu ruangan yang terlalu rendah. Penyesuaian ini bukan hanya tentang kenyamanan dalam mengenakan pakaian, melainkan juga tentang keberlanjutan. Penurunan suhu ruangan satu derajat celcius bisa menghasilkan emisi 160 kg $\text{CO}_2$ per tahun. Bayangkan dampaknya jika diterapkan di hotel atau gedung perkantoran.

Setiap lembar batik yang dikenakan menghidupi pengrajin, pelestari budaya, dan sektor UMKM kreatif. Bagi industri lokal, penggunaan batik secara luas dapat menjadi dorongan agar berkembang lebih pesat. Pemerintah dapat mendorong perubahan ini dengan menetapkan kebijakan yang memprioritaskan batik dalam acara resmi. Lembaga pendidikan dan instansi pemerintah juga bisa menjadi pelopor gerakan batik harian. Selain efisiensi energi, langkah ini juga memperkuat identitas nasional. Budaya bisa menjadi solusi atas krisis global, termasuk krisis iklim. Batik bukan sekadar pakaian, tetapi pernyataan sikap atas masa depan yang lestari.

Sudah saatnya, Indonesia menetapkan batik sebagai pakaian resmi dalam berbagai forum formal. Bahkan, batik akan lebih kuat jika digunakan dalam acara pelantikan, bukan jas. Hal ini akan menjadi simbol kuat keberlanjutan sekaligus kebanggaan nasional. Dengan memilih batik, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Glosarium:
ASHRAE: The American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineer
sclo: satuan yang digunakan untuk mengukur termal yang diberikan oleh pakaian.


"Dengan memilih batik, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam menjaga Bumi bagi generasi mendatang."
Makna kalimat tersebut diperjelas melalui penggunaan unsur kalimat berupa....

15. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 13 s.d. 15!
Batik, Pakaian Resmi, dan Aspek Keberlanjutan

Fenomena menarik terjadi saat penyelenggaraan Research and Development 20 Summer School 2024 tentang transisi energi. Peserta dari negara empat musim tampak kedinginan di ballroom hotel meskipun berasal dari negara dingin. Hal ini terjadi karena ketidaksesuaian antara pengaturan suhu ruangan dengan pakaian yang dikenakan.

Dalam konsep kenyamanan termal, pakaian menjadi salah satu faktor penting. Menurut ASHRAE, pakaian dengan nilai clo rendah tidak cocok untuk suhu ruang yang disetel dingin. Di negara tropis, pengaturan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan pemborosan energi. Hal ini terjadi karena biasanya orang-orang memakai pakaian tebal, seperti jas. Ironisnya, budaya berpakaian formal di Indonesia masih mengandalkan jas sebagai standar, padahal penggunaan jas kurang sesuai dengan iklim tropis. Batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda bisa menjadi solusi elegan sekaligus ramah lingkungan. Batik memiliki bahan dan corak yang lebih sesuai dengan suhu tropis. Selain itu, penggunaan batik juga dapat mendukung efisiensi energi dan tidak menuntut suhu ruangan yang terlalu rendah. Penyesuaian ini bukan hanya tentang kenyamanan dalam mengenakan pakaian, melainkan juga tentang keberlanjutan. Penurunan suhu ruangan satu derajat celcius bisa menghasilkan emisi 160 kg $\text{CO}_2$ per tahun. Bayangkan dampaknya jika diterapkan di hotel atau gedung perkantoran.

Setiap lembar batik yang dikenakan menghidupi pengrajin, pelestari budaya, dan sektor UMKM kreatif. Bagi industri lokal, penggunaan batik secara luas dapat menjadi dorongan agar berkembang lebih pesat. Pemerintah dapat mendorong perubahan ini dengan menetapkan kebijakan yang memprioritaskan batik dalam acara resmi. Lembaga pendidikan dan instansi pemerintah juga bisa menjadi pelopor gerakan batik harian. Selain efisiensi energi, langkah ini juga memperkuat identitas nasional. Budaya bisa menjadi solusi atas krisis global, termasuk krisis iklim. Batik bukan sekadar pakaian, tetapi pernyataan sikap atas masa depan yang lestari.

Sudah saatnya, Indonesia menetapkan batik sebagai pakaian resmi dalam berbagai forum formal. Bahkan, batik akan lebih kuat jika digunakan dalam acara pelantikan, bukan jas. Hal ini akan menjadi simbol kuat keberlanjutan sekaligus kebanggaan nasional. Dengan memilih batik, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Glosarium:
ASHRAE: The American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineer
sclo: satuan yang digunakan untuk mengukur termal yang diberikan oleh pakaian.


Manakah pernyataan berikut yang menunjukkan pandangan logis berdasarkan isi teks?...
Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  • Penggunaan pakaian ringan seperti batik dapat mengurangi kebutuhan energi untuk pendingin ruangan.
  • Penggunaan jas dalam acara resmi di Indonesia perlu dipertahankan karena sudah menjadi standar formal.
  • Penggunaan batik sebagai pakaian resmi hanya berdampak pada pelestarian budaya, bukan pada isu lingkungan.

16. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 16 s.d. 18!
Inflasi Daerah-Daerah Indonesia
Kajian mengenai fenomena persistensi menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam rangka mendukung perumusan kebijakan moneter yang efektif. Hal ini agar efektivitas kebijakan moneter dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang tinggi akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Daya beli masyarakat menurun dan pelaku dunia usaha akan diliputi ketidakpastian yang tinggi. Implikasi dari persistensi inflasi tersebut juga akan dirasakan di tingkat daerah sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah setempat untuk dapat berperan aktif dalam mengendalikan inflasi. Kajian tersebut pada akhirnya diperlukan untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi. Sumber tekanan inflasi yang menyebabkan persistensi inflasi perlu dianalisis secara lebih tajam sehingga dapat dibedakan sumber tekanan inflasi yang bersifat fundamental dan yang hanya bersifat sementara atau temporer.

Kebijakan moneter tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk merespon tekanan inflasi dari kejutan di sisi pasokan. Diperlukan kebijakan sektoral dan regional untuk mengurangi tekanan inflasi dari faktor-faktor nonfundamental. Beberapa studi persistensi inflasi yang telah dilakukan sebelumnya di Indonesia lebih difokuskan pada skala nasional. Inflasi nasional merupakan rata-rata tertimbang dari inflasi daerah di Indonesia, maka dirasa perlu untuk mempelajari perilaku inflasi di tingkat daerah, termasuk mengukur dan mencari penyebabnya, serta mengetahui implikasinya terhadap pengendalian inflasi daerah dengan fokus kota Jakarta.

Pemilihan wilayah Jakarta didasarkan pada dominasinya terhadap bobot inflasi nasional dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Meskipun terdapat kecenderungan yang menurun, bobot inflasi kota Jakarta masih merupakan yang terbesar di antara 66 kota yang diukur melalui Survei Biaya Hidup (SBH). Data tahun 2007 menunjukkan bahwa bobot Jakarta mencapai 22,49% dari bobot nasional (Grafik 1), menurun dari 27,66% berdasarkan SBH tahun 2002.

Alasan lainnya adalah pergerakan volume distribusi barang kebutuhan pokok yang sangat tinggi di Jakarta. Selanjutnya, perilaku inflasi di Jakarta tersebut akan dibandingkan secara nasional dengan panel 10 daerah yang memiliki kontribusi inflasi tertinggi di Indonesia. Untuk menjawab tujuan penelitian, cakupan rentang waktu studi meliputi periode Januari 2000 s.d. Mei 2008 (Jakarta) dan Januari 2000 s.d. Desember 2009 (nasional). Hal ini terkait dengan ketersediaan data dari BPS hingga di level komoditinya yang dapat dilihat pada tabel berikut.

contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK dan Kunci Jawaban

Frasa "tekanan inflasi dari kejutan di sisi pasokan" merupakan frasa yang kompleks.
Manakah analisis kontruksi frasa yang paling tepat untuk frasa tersebut?

17. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 16 s.d. 18!
Inflasi Daerah-Daerah Indonesia
Kajian mengenai fenomena persistensi menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam rangka mendukung perumusan kebijakan moneter yang efektif. Hal ini agar efektivitas kebijakan moneter dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang tinggi akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Daya beli masyarakat menurun dan pelaku dunia usaha akan diliputi ketidakpastian yang tinggi. Implikasi dari persistensi inflasi tersebut juga akan dirasakan di tingkat daerah sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah setempat untuk dapat berperan aktif dalam mengendalikan inflasi. Kajian tersebut pada akhirnya diperlukan untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi. Sumber tekanan inflasi yang menyebabkan persistensi inflasi perlu dianalisis secara lebih tajam sehingga dapat dibedakan sumber tekanan inflasi yang bersifat fundamental dan yang hanya bersifat sementara atau temporer.

Kebijakan moneter tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk merespon tekanan inflasi dari kejutan di sisi pasokan. Diperlukan kebijakan sektoral dan regional untuk mengurangi tekanan inflasi dari faktor-faktor nonfundamental. Beberapa studi persistensi inflasi yang telah dilakukan sebelumnya di Indonesia lebih difokuskan pada skala nasional. Inflasi nasional merupakan rata-rata tertimbang dari inflasi daerah di Indonesia, maka dirasa perlu untuk mempelajari perilaku inflasi di tingkat daerah, termasuk mengukur dan mencari penyebabnya, serta mengetahui implikasinya terhadap pengendalian inflasi daerah dengan fokus kota Jakarta.

Pemilihan wilayah Jakarta didasarkan pada dominasinya terhadap bobot inflasi nasional dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Meskipun terdapat kecenderungan yang menurun, bobot inflasi kota Jakarta masih merupakan yang terbesar di antara 66 kota yang diukur melalui Survei Biaya Hidup (SBH). Data tahun 2007 menunjukkan bahwa bobot Jakarta mencapai 22,49% dari bobot nasional (Grafik 1), menurun dari 27,66% berdasarkan SBH tahun 2002.

Alasan lainnya adalah pergerakan volume distribusi barang kebutuhan pokok yang sangat tinggi di Jakarta. Selanjutnya, perilaku inflasi di Jakarta tersebut akan dibandingkan secara nasional dengan panel 10 daerah yang memiliki kontribusi inflasi tertinggi di Indonesia. Untuk menjawab tujuan penelitian, cakupan rentang waktu studi meliputi periode Januari 2000 s.d. Mei 2008 (Jakarta) dan Januari 2000 s.d. Desember 2009 (nasional). Hal ini terkait dengan ketersediaan data dari BPS hingga di level komoditinya yang dapat dilihat pada tabel berikut.

contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK dan Kunci Jawaban

Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan isi tabel secara logis dan informatif?

18. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 16 s.d. 18!
Inflasi Daerah-Daerah Indonesia
Kajian mengenai fenomena persistensi menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam rangka mendukung perumusan kebijakan moneter yang efektif. Hal ini agar efektivitas kebijakan moneter dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang tinggi akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Daya beli masyarakat menurun dan pelaku dunia usaha akan diliputi ketidakpastian yang tinggi. Implikasi dari persistensi inflasi tersebut juga akan dirasakan di tingkat daerah sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah setempat untuk dapat berperan aktif dalam mengendalikan inflasi. Kajian tersebut pada akhirnya diperlukan untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi. Sumber tekanan inflasi yang menyebabkan persistensi inflasi perlu dianalisis secara lebih tajam sehingga dapat dibedakan sumber tekanan inflasi yang bersifat fundamental dan yang hanya bersifat sementara atau temporer.

Kebijakan moneter tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk merespon tekanan inflasi dari kejutan di sisi pasokan. Diperlukan kebijakan sektoral dan regional untuk mengurangi tekanan inflasi dari faktor-faktor nonfundamental. Beberapa studi persistensi inflasi yang telah dilakukan sebelumnya di Indonesia lebih difokuskan pada skala nasional. Inflasi nasional merupakan rata-rata tertimbang dari inflasi daerah di Indonesia, maka dirasa perlu untuk mempelajari perilaku inflasi di tingkat daerah, termasuk mengukur dan mencari penyebabnya, serta mengetahui implikasinya terhadap pengendalian inflasi daerah dengan fokus kota Jakarta.

Pemilihan wilayah Jakarta didasarkan pada dominasinya terhadap bobot inflasi nasional dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Meskipun terdapat kecenderungan yang menurun, bobot inflasi kota Jakarta masih merupakan yang terbesar di antara 66 kota yang diukur melalui Survei Biaya Hidup (SBH). Data tahun 2007 menunjukkan bahwa bobot Jakarta mencapai 22,49% dari bobot nasional (Grafik 1), menurun dari 27,66% berdasarkan SBH tahun 2002.

Alasan lainnya adalah pergerakan volume distribusi barang kebutuhan pokok yang sangat tinggi di Jakarta. Selanjutnya, perilaku inflasi di Jakarta tersebut akan dibandingkan secara nasional dengan panel 10 daerah yang memiliki kontribusi inflasi tertinggi di Indonesia. Untuk menjawab tujuan penelitian, cakupan rentang waktu studi meliputi periode Januari 2000 s.d. Mei 2008 (Jakarta) dan Januari 2000 s.d. Desember 2009 (nasional). Hal ini terkait dengan ketersediaan data dari BPS hingga di level komoditinya yang dapat dilihat pada tabel berikut.

contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK dan Kunci Jawaban

Manakah pernyataan berikut yang berkaitan dengan argumentasi dan data pada teks tersebut?

Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  1. Kajian mengenai persistensi inflasi penting dilakukan agar kebijakan moneter mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
  2. Jakarta dipilih sebagai fokus studi karena pergerakan distribusi barang kebutuhan pokok di kota ini tergolong rendah dan stabil.
  3. Bobot inflasi Jakarta mencapai 22,49% berdasarkan SBH 2007, menjadikannya kota dengan pengaruh tertinggi terhadap inflasi nasional.
  4. Kebijakan moneter tidak cukup untuk mengatasi tekanan inflasi yang berasal dari sisi pasokan sehingga diperlukan strategi sektoral dan regional.
  5. Seluruh studi mengenai persistensi inflasi di Indonesia selama ini sudah menyertakan data dari daerah, termasuk kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

19. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 19 s.d. 22!
Wacana 1:
Metamorfosis
Begitu tiba di Brescia menjelang malam hari kami bermaksud mencapai jalan yang kami tuju dengan cepat, yang dalam pandangan kami cukup jauh letaknya. Sopir taksi meminta ongkos 3 lira, yang kami tawar 2 lira saja. Ia menolak ongkos 2 lira dan hanya berdasarkan keakraban ia gambarkan pada kami terpencilnya tempat itu.

Mobil yang kami tumpangi membelok tiga kali melalui jalan pendek dan sampailah kami di tempat itu.

Otto yang paling bersemangat di antara kami mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud membayar 3 lira untuk perjalanan yang pendek tersebut. Satu lira kiranya lebih dari cukup sebagai upah sang pengemudi. Kata Otto: "Daftar ongkos atau polisi." "Daftar ongkos?" tanya sopir, tak ada daftar ongkos—Bagaimana ada daftar ongkos untuk jarak sependek ini—Ini adalah persetujuan mengenai perjalanan malam, tapi jika kita beri 2 lira ia akan rela. Otto berteriak dengan suara keras, "Daftar tarif atau polisi kami panggil ke sini." Beberapa teriakan tajam kemudian daftar ongkos itu diperlihatkan, sudah kotor sehingga tak terbaca.

Akhirnya kami setuju memberinya 1,5 lira sebagai ongkos dan taksi kembali berjalan melalui jalan sempit, di mana ia terlihat geram dan juga sangat sedih. Tingkah laku seperti yang kami lakukan ini sayang sekali tidak bisa dikatakan tepat, dan siapa pun tidak bisa seenaknya bertindak seperti itu di Italia. Mungkin tidak apa-apa bila terjadi di tempat lain, namun tidak di Italia. Siapa bisa berpikir dengan jernih di tengah panasnya hawa seperti ini.
(Dikutip dari Novel Metamorfosis karya Franz Kafka)

Wacana 2:
Bumi Manusia
Aku dan Mama lari memapahnya menggantikan perempuan itu. Tetapi lelaki Indo dan perempuan Eropa itu menolak kami.

Di bawah tangga telah berkerumun Maresose. Dan kami dihalau tak boleh mendekat. Maka kami hanya dapat melihat makhluk tersayang itu dituntun seperti sapi, dan berjalan lambat-lambat, anak tangga demi anak tangga. Mungkin begini juga perasaan Ibu Mama diperlakukan oleh Mama dulu karena tak mampu membelanya dari kekuasaan Tuan Mellema. Tapi bagaimana perasaan Annelies? Benarkah dia sudah melepaskan segalanya, juga perasaannya sendiri?

Sebegini lemah pribumi di hadapan Eropa? Eropa! Kau, guruku, begini macam perbuatanmu? Sampai-sampai istriku yang tak tahu banyak tentangmu kini kehilangan kepercayaan pada dunianya yang kecil- dunia tanpa keamanan dan jaminan bagi dirinya seorang. Hanya seorang.

Aku panggil-panggil dia. Annelies tidak menjawab. Menoleh pun tidak.
"Aku akan segera menyusul, Ann," pekikku. Tanpa jawab tanpa toleh.
"Juga aku, Ann, besarkan hatimu!" seru Mama, suaranya parau, hampir-hampir tak keluar dari kerongkongan.
Juga tanpa jawab dan toleh.
Sebuah kereta Gubermen telah menunggu dalam apitan Maresose berkuda. Mama dan aku tak diperkenankan melewati pintu itu.
Sayup-sayup terdengar roda kereta mengelilingi kerikil, makin lama makin jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri di mana Sri Ratu Wilhelmina bertahta. Kami menundukkan kepala di belakang pintu.
"Kita kalah, Ma," bisikku.
"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
(Dikutip dari Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer)


Persamaan nilai sosial yang terkandung dalam kedua kutipan wacana tersebut adalah....

20. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 19 s.d. 22!
Wacana 1:
Metamorfosis
Begitu tiba di Brescia menjelang malam hari kami bermaksud mencapai jalan yang kami tuju dengan cepat, yang dalam pandangan kami cukup jauh letaknya. Sopir taksi meminta ongkos 3 lira, yang kami tawar 2 lira saja. Ia menolak ongkos 2 lira dan hanya berdasarkan keakraban ia gambarkan pada kami terpencilnya tempat itu.

Mobil yang kami tumpangi membelok tiga kali melalui jalan pendek dan sampailah kami di tempat itu.

Otto yang paling bersemangat di antara kami mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud membayar 3 lira untuk perjalanan yang pendek tersebut. Satu lira kiranya lebih dari cukup sebagai upah sang pengemudi. Kata Otto: "Daftar ongkos atau polisi." "Daftar ongkos?" tanya sopir, tak ada daftar ongkos—Bagaimana ada daftar ongkos untuk jarak sependek ini—Ini adalah persetujuan mengenai perjalanan malam, tapi jika kita beri 2 lira ia akan rela. Otto berteriak dengan suara keras, "Daftar tarif atau polisi kami panggil ke sini." Beberapa teriakan tajam kemudian daftar ongkos itu diperlihatkan, sudah kotor sehingga tak terbaca.

Akhirnya kami setuju memberinya 1,5 lira sebagai ongkos dan taksi kembali berjalan melalui jalan sempit, di mana ia terlihat geram dan juga sangat sedih. Tingkah laku seperti yang kami lakukan ini sayang sekali tidak bisa dikatakan tepat, dan siapa pun tidak bisa seenaknya bertindak seperti itu di Italia. Mungkin tidak apa-apa bila terjadi di tempat lain, namun tidak di Italia. Siapa bisa berpikir dengan jernih di tengah panasnya hawa seperti ini.
(Dikutip dari Novel Metamorfosis karya Franz Kafka)

Wacana 2:
Bumi Manusia
Aku dan Mama lari memapahnya menggantikan perempuan itu. Tetapi lelaki Indo dan perempuan Eropa itu menolak kami.

Di bawah tangga telah berkerumun Maresose. Dan kami dihalau tak boleh mendekat. Maka kami hanya dapat melihat makhluk tersayang itu dituntun seperti sapi, dan berjalan lambat-lambat, anak tangga demi anak tangga. Mungkin begini juga perasaan Ibu Mama diperlakukan oleh Mama dulu karena tak mampu membelanya dari kekuasaan Tuan Mellema. Tapi bagaimana perasaan Annelies? Benarkah dia sudah melepaskan segalanya, juga perasaannya sendiri?

Sebegini lemah pribumi di hadapan Eropa? Eropa! Kau, guruku, begini macam perbuatanmu? Sampai-sampai istriku yang tak tahu banyak tentangmu kini kehilangan kepercayaan pada dunianya yang kecil- dunia tanpa keamanan dan jaminan bagi dirinya seorang. Hanya seorang.

Aku panggil-panggil dia. Annelies tidak menjawab. Menoleh pun tidak.
"Aku akan segera menyusul, Ann," pekikku. Tanpa jawab tanpa toleh.
"Juga aku, Ann, besarkan hatimu!" seru Mama, suaranya parau, hampir-hampir tak keluar dari kerongkongan.
Juga tanpa jawab dan toleh.
Sebuah kereta Gubermen telah menunggu dalam apitan Maresose berkuda. Mama dan aku tak diperkenankan melewati pintu itu.
Sayup-sayup terdengar roda kereta mengelilingi kerikil, makin lama makin jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri di mana Sri Ratu Wilhelmina bertahta. Kami menundukkan kepala di belakang pintu.
"Kita kalah, Ma," bisikku.
"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
(Dikutip dari Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer)


Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  • Menjunjung nilai perjuangan yang bermartabat.
  • Menunjukkan sikap kritis terhadap ketidakadilan sosial.
  • Mengedepankan kehormatan orang lain daripada sendiri.

21. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 19 s.d. 22!
Wacana 1:
Metamorfosis
Begitu tiba di Brescia menjelang malam hari kami bermaksud mencapai jalan yang kami tuju dengan cepat, yang dalam pandangan kami cukup jauh letaknya. Sopir taksi meminta ongkos 3 lira, yang kami tawar 2 lira saja. Ia menolak ongkos 2 lira dan hanya berdasarkan keakraban ia gambarkan pada kami terpencilnya tempat itu.

Mobil yang kami tumpangi membelok tiga kali melalui jalan pendek dan sampailah kami di tempat itu.

Otto yang paling bersemangat di antara kami mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud membayar 3 lira untuk perjalanan yang pendek tersebut. Satu lira kiranya lebih dari cukup sebagai upah sang pengemudi. Kata Otto: "Daftar ongkos atau polisi." "Daftar ongkos?" tanya sopir, tak ada daftar ongkos—Bagaimana ada daftar ongkos untuk jarak sependek ini—Ini adalah persetujuan mengenai perjalanan malam, tapi jika kita beri 2 lira ia akan rela. Otto berteriak dengan suara keras, "Daftar tarif atau polisi kami panggil ke sini." Beberapa teriakan tajam kemudian daftar ongkos itu diperlihatkan, sudah kotor sehingga tak terbaca.

Akhirnya kami setuju memberinya 1,5 lira sebagai ongkos dan taksi kembali berjalan melalui jalan sempit, di mana ia terlihat geram dan juga sangat sedih. Tingkah laku seperti yang kami lakukan ini sayang sekali tidak bisa dikatakan tepat, dan siapa pun tidak bisa seenaknya bertindak seperti itu di Italia. Mungkin tidak apa-apa bila terjadi di tempat lain, namun tidak di Italia. Siapa bisa berpikir dengan jernih di tengah panasnya hawa seperti ini.
(Dikutip dari Novel Metamorfosis karya Franz Kafka)

Wacana 2:
Bumi Manusia
Aku dan Mama lari memapahnya menggantikan perempuan itu. Tetapi lelaki Indo dan perempuan Eropa itu menolak kami.

Di bawah tangga telah berkerumun Maresose. Dan kami dihalau tak boleh mendekat. Maka kami hanya dapat melihat makhluk tersayang itu dituntun seperti sapi, dan berjalan lambat-lambat, anak tangga demi anak tangga. Mungkin begini juga perasaan Ibu Mama diperlakukan oleh Mama dulu karena tak mampu membelanya dari kekuasaan Tuan Mellema. Tapi bagaimana perasaan Annelies? Benarkah dia sudah melepaskan segalanya, juga perasaannya sendiri?

Sebegini lemah pribumi di hadapan Eropa? Eropa! Kau, guruku, begini macam perbuatanmu? Sampai-sampai istriku yang tak tahu banyak tentangmu kini kehilangan kepercayaan pada dunianya yang kecil- dunia tanpa keamanan dan jaminan bagi dirinya seorang. Hanya seorang.

Aku panggil-panggil dia. Annelies tidak menjawab. Menoleh pun tidak.
"Aku akan segera menyusul, Ann," pekikku. Tanpa jawab tanpa toleh.
"Juga aku, Ann, besarkan hatimu!" seru Mama, suaranya parau, hampir-hampir tak keluar dari kerongkongan.
Juga tanpa jawab dan toleh.
Sebuah kereta Gubermen telah menunggu dalam apitan Maresose berkuda. Mama dan aku tak diperkenankan melewati pintu itu.
Sayup-sayup terdengar roda kereta mengelilingi kerikil, makin lama makin jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri di mana Sri Ratu Wilhelmina bertahta. Kami menundukkan kepala di belakang pintu.
"Kita kalah, Ma," bisikku.
"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
(Dikutip dari Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer)


Respons emosional tokoh Aku pada wacana 2 terhadap peristiwa yang dialami adalah....

22. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 19 s.d. 22!
Wacana 1:
Metamorfosis
Begitu tiba di Brescia menjelang malam hari kami bermaksud mencapai jalan yang kami tuju dengan cepat, yang dalam pandangan kami cukup jauh letaknya. Sopir taksi meminta ongkos 3 lira, yang kami tawar 2 lira saja. Ia menolak ongkos 2 lira dan hanya berdasarkan keakraban ia gambarkan pada kami terpencilnya tempat itu.

Mobil yang kami tumpangi membelok tiga kali melalui jalan pendek dan sampailah kami di tempat itu.

Otto yang paling bersemangat di antara kami mengatakan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud membayar 3 lira untuk perjalanan yang pendek tersebut. Satu lira kiranya lebih dari cukup sebagai upah sang pengemudi. Kata Otto: "Daftar ongkos atau polisi." "Daftar ongkos?" tanya sopir, tak ada daftar ongkos—Bagaimana ada daftar ongkos untuk jarak sependek ini—Ini adalah persetujuan mengenai perjalanan malam, tapi jika kita beri 2 lira ia akan rela. Otto berteriak dengan suara keras, "Daftar tarif atau polisi kami panggil ke sini." Beberapa teriakan tajam kemudian daftar ongkos itu diperlihatkan, sudah kotor sehingga tak terbaca.

Akhirnya kami setuju memberinya 1,5 lira sebagai ongkos dan taksi kembali berjalan melalui jalan sempit, di mana ia terlihat geram dan juga sangat sedih. Tingkah laku seperti yang kami lakukan ini sayang sekali tidak bisa dikatakan tepat, dan siapa pun tidak bisa seenaknya bertindak seperti itu di Italia. Mungkin tidak apa-apa bila terjadi di tempat lain, namun tidak di Italia. Siapa bisa berpikir dengan jernih di tengah panasnya hawa seperti ini.
(Dikutip dari Novel Metamorfosis karya Franz Kafka)

Wacana 2:
Bumi Manusia
Aku dan Mama lari memapahnya menggantikan perempuan itu. Tetapi lelaki Indo dan perempuan Eropa itu menolak kami.

Di bawah tangga telah berkerumun Maresose. Dan kami dihalau tak boleh mendekat. Maka kami hanya dapat melihat makhluk tersayang itu dituntun seperti sapi, dan berjalan lambat-lambat, anak tangga demi anak tangga. Mungkin begini juga perasaan Ibu Mama diperlakukan oleh Mama dulu karena tak mampu membelanya dari kekuasaan Tuan Mellema. Tapi bagaimana perasaan Annelies? Benarkah dia sudah melepaskan segalanya, juga perasaannya sendiri?

Sebegini lemah pribumi di hadapan Eropa? Eropa! Kau, guruku, begini macam perbuatanmu? Sampai-sampai istriku yang tak tahu banyak tentangmu kini kehilangan kepercayaan pada dunianya yang kecil- dunia tanpa keamanan dan jaminan bagi dirinya seorang. Hanya seorang.

Aku panggil-panggil dia. Annelies tidak menjawab. Menoleh pun tidak.
"Aku akan segera menyusul, Ann," pekikku. Tanpa jawab tanpa toleh.
"Juga aku, Ann, besarkan hatimu!" seru Mama, suaranya parau, hampir-hampir tak keluar dari kerongkongan.
Juga tanpa jawab dan toleh.
Sebuah kereta Gubermen telah menunggu dalam apitan Maresose berkuda. Mama dan aku tak diperkenankan melewati pintu itu.
Sayup-sayup terdengar roda kereta mengelilingi kerikil, makin lama makin jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri di mana Sri Ratu Wilhelmina bertahta. Kami menundukkan kepala di belakang pintu.
"Kita kalah, Ma," bisikku.
"Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
(Dikutip dari Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer)


Apa yang dirasakan tokoh ketika berada dalam suasana seperti yang dideskripsikan dalam wacana 1 paragraf terakhir?...

27. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 27 s.d. 30!
Wacana 1:
Orang-Orang Proyek
Sugeng adalah seorang mandor proyek pembangunan jembatan di desa terpencil. Ia bekerja dengan dedikasi tinggi, karena tahu jembatan itu penting untuk akses ekonomi warga. Namun, di balik kemajuan proyek, ia menyaksikan penyimpangan: bahan bangunan dikurangi, upah buruh dipotong diam-diam, dan laporan keuangan dimanipulasi agar tampak bersih.

Suatu malam, Sugeng berbincang dengan Darno, kepala tukang.
"Gimana, Sugeng? Kita diam aja?" tanya Darno ragu.
"Kalau ngomong, kita bisa dipecat. Tapi kalau diam, kita ikut mencuri dari rakyat," jawab Sugeng pelan.

Sugeng sadar ia hidup dalam dilema. Ia butuh pekerjaan itu untuk keluarganya, tetapi juga tidak rela melihat keadilan diinjak-injak. Tekanan moral dan sosial bertarung dalam batinnya. Pada akhirnya, ia memutuskan menolak tanda tangan laporan palsu, meski tahu risikonya.
(Diadaptasi dari Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari dengan pengubahan seperlunya)

Wacana 2:
A Long Walk to Water
Salva, anak laki-laki Sudan Selatan, terpisah dari keluarganya saat perang sipil meletus. Ia berjalan berhari-hari tanpa arah, melewati padang tandus, kelaparan, dan ancaman serangan. Selama bertahun-tahun, ia tinggal di kamp pengungsi, belajar bertahan dengan harapan kecil.

Saat dewasa dan tinggal di Amerika, Salva memutuskan kembali ke Sudan. Ia tak ingin hanya dikenal sebagai penyintas, tetapi sebagai orang yang memberi harapan. Bersama organisasi kemanusiaan, ia membangun sumur air bersih untuk desa-desa yang dulu mengalami kekeringan parah.

Seorang anak bertanya, "Kenapa kamu kembali?"
"Karena saya tahu rasanya haus. Dan saya tidak mau ada anak lain merasakannya," jawab Salva.

Kembali ke tanah kelahirannya bukan tanpa rasa sakit. Tapi Salva percaya: dari luka bisa tumbuh kekuatan. Baginya, membantu orang lain adalah wujud paling nyata dari rasa syukur dan keteguhan.
(Diadaptasi dari novel A Long Walk to Water karya Linda Sue Park dengan pengubahan seperlunya)


Persamaan nilai sosial yang terkandung dalam kedua kutipan wacana tersebut adalah....

28. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 27 s.d. 30!
Wacana 1:
Orang-Orang Proyek
Sugeng adalah seorang mandor proyek pembangunan jembatan di desa terpencil. Ia bekerja dengan dedikasi tinggi, karena tahu jembatan itu penting untuk akses ekonomi warga. Namun, di balik kemajuan proyek, ia menyaksikan penyimpangan: bahan bangunan dikurangi, upah buruh dipotong diam-diam, dan laporan keuangan dimanipulasi agar tampak bersih.

Suatu malam, Sugeng berbincang dengan Darno, kepala tukang.
"Gimana, Sugeng? Kita diam aja?" tanya Darno ragu.
"Kalau ngomong, kita bisa dipecat. Tapi kalau diam, kita ikut mencuri dari rakyat," jawab Sugeng pelan.

Sugeng sadar ia hidup dalam dilema. Ia butuh pekerjaan itu untuk keluarganya, tetapi juga tidak rela melihat keadilan diinjak-injak. Tekanan moral dan sosial bertarung dalam batinnya. Pada akhirnya, ia memutuskan menolak tanda tangan laporan palsu, meski tahu risikonya.
(Diadaptasi dari Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari dengan pengubahan seperlunya)

Wacana 2:
A Long Walk to Water
Salva, anak laki-laki Sudan Selatan, terpisah dari keluarganya saat perang sipil meletus. Ia berjalan berhari-hari tanpa arah, melewati padang tandus, kelaparan, dan ancaman serangan. Selama bertahun-tahun, ia tinggal di kamp pengungsi, belajar bertahan dengan harapan kecil.

Saat dewasa dan tinggal di Amerika, Salva memutuskan kembali ke Sudan. Ia tak ingin hanya dikenal sebagai penyintas, tetapi sebagai orang yang memberi harapan. Bersama organisasi kemanusiaan, ia membangun sumur air bersih untuk desa-desa yang dulu mengalami kekeringan parah.

Seorang anak bertanya, "Kenapa kamu kembali?"
"Karena saya tahu rasanya haus. Dan saya tidak mau ada anak lain merasakannya," jawab Salva.

Kembali ke tanah kelahirannya bukan tanpa rasa sakit. Tapi Salva percaya: dari luka bisa tumbuh kekuatan. Baginya, membantu orang lain adalah wujud paling nyata dari rasa syukur dan keteguhan.
(Diadaptasi dari novel A Long Walk to Water karya Linda Sue Park dengan pengubahan seperlunya)


Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
  • Masyarakat cenderung mengutamakan keamanan posisi masing-masing daripada idealisme.
  • Masyarakat saat ini sangat mendambakan nilai kejujuran dan transparansi ketika bekerja.
  • Masyarakat modern berani untuk menolak sistem yang merugikan masyarakat.

29. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 27 s.d. 30!
Wacana 1:
Orang-Orang Proyek
Sugeng adalah seorang mandor proyek pembangunan jembatan di desa terpencil. Ia bekerja dengan dedikasi tinggi, karena tahu jembatan itu penting untuk akses ekonomi warga. Namun, di balik kemajuan proyek, ia menyaksikan penyimpangan: bahan bangunan dikurangi, upah buruh dipotong diam-diam, dan laporan keuangan dimanipulasi agar tampak bersih.

Suatu malam, Sugeng berbincang dengan Darno, kepala tukang.
"Gimana, Sugeng? Kita diam aja?" tanya Darno ragu.
"Kalau ngomong, kita bisa dipecat. Tapi kalau diam, kita ikut mencuri dari rakyat," jawab Sugeng pelan.

Sugeng sadar ia hidup dalam dilema. Ia butuh pekerjaan itu untuk keluarganya, tetapi juga tidak rela melihat keadilan diinjak-injak. Tekanan moral dan sosial bertarung dalam batinnya. Pada akhirnya, ia memutuskan menolak tanda tangan laporan palsu, meski tahu risikonya.
(Diadaptasi dari Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari dengan pengubahan seperlunya)

Wacana 2:
A Long Walk to Water
Salva, anak laki-laki Sudan Selatan, terpisah dari keluarganya saat perang sipil meletus. Ia berjalan berhari-hari tanpa arah, melewati padang tandus, kelaparan, dan ancaman serangan. Selama bertahun-tahun, ia tinggal di kamp pengungsi, belajar bertahan dengan harapan kecil.

Saat dewasa dan tinggal di Amerika, Salva memutuskan kembali ke Sudan. Ia tak ingin hanya dikenal sebagai penyintas, tetapi sebagai orang yang memberi harapan. Bersama organisasi kemanusiaan, ia membangun sumur air bersih untuk desa-desa yang dulu mengalami kekeringan parah.

Seorang anak bertanya, "Kenapa kamu kembali?"
"Karena saya tahu rasanya haus. Dan saya tidak mau ada anak lain merasakannya," jawab Salva.

Kembali ke tanah kelahirannya bukan tanpa rasa sakit. Tapi Salva percaya: dari luka bisa tumbuh kekuatan. Baginya, membantu orang lain adalah wujud paling nyata dari rasa syukur dan keteguhan.
(Diadaptasi dari novel A Long Walk to Water karya Linda Sue Park dengan pengubahan seperlunya)


Respons emosional tokoh Salva terhadap peristiwa kehilangan dan penderitaan masa kecilnya adalah.....

30. Soal TKA Bahasa Indonesia SMA

Teks untuk soal nomor 27 s.d. 30!
Wacana 1:
Orang-Orang Proyek
Sugeng adalah seorang mandor proyek pembangunan jembatan di desa terpencil. Ia bekerja dengan dedikasi tinggi, karena tahu jembatan itu penting untuk akses ekonomi warga. Namun, di balik kemajuan proyek, ia menyaksikan penyimpangan: bahan bangunan dikurangi, upah buruh dipotong diam-diam, dan laporan keuangan dimanipulasi agar tampak bersih.

Suatu malam, Sugeng berbincang dengan Darno, kepala tukang.
"Gimana, Sugeng? Kita diam aja?" tanya Darno ragu.
"Kalau ngomong, kita bisa dipecat. Tapi kalau diam, kita ikut mencuri dari rakyat," jawab Sugeng pelan.

Sugeng sadar ia hidup dalam dilema. Ia butuh pekerjaan itu untuk keluarganya, tetapi juga tidak rela melihat keadilan diinjak-injak. Tekanan moral dan sosial bertarung dalam batinnya. Pada akhirnya, ia memutuskan menolak tanda tangan laporan palsu, meski tahu risikonya.
(Diadaptasi dari Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari dengan pengubahan seperlunya)

Wacana 2:
A Long Walk to Water
Salva, anak laki-laki Sudan Selatan, terpisah dari keluarganya saat perang sipil meletus. Ia berjalan berhari-hari tanpa arah, melewati padang tandus, kelaparan, dan ancaman serangan. Selama bertahun-tahun, ia tinggal di kamp pengungsi, belajar bertahan dengan harapan kecil.

Saat dewasa dan tinggal di Amerika, Salva memutuskan kembali ke Sudan. Ia tak ingin hanya dikenal sebagai penyintas, tetapi sebagai orang yang memberi harapan. Bersama organisasi kemanusiaan, ia membangun sumur air bersih untuk desa-desa yang dulu mengalami kekeringan parah.

Seorang anak bertanya, "Kenapa kamu kembali?"
"Karena saya tahu rasanya haus. Dan saya tidak mau ada anak lain merasakannya," jawab Salva.

Kembali ke tanah kelahirannya bukan tanpa rasa sakit. Tapi Salva percaya: dari luka bisa tumbuh kekuatan. Baginya, membantu orang lain adalah wujud paling nyata dari rasa syukur dan keteguhan.
(Diadaptasi dari novel A Long Walk to Water karya Linda Sue Park dengan pengubahan seperlunya)


Apa yang dirasakan Sugeng ketika menghadapi suasana proyek yang penuh penyimpangan?....

Semoga contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk menghadapi TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK. Soal ini dapat juga diakses pada google drive silahkan 🔗 cek file soal.

Catatan 30 Soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK Tahun 2025 dan Kunci Jawaban (B) ini sifatnya dokumen hidup yang senantiasa diperbarui sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Setiap catatan tambahan yang Anda berikan akan sangat membantu meningkatkan kualitas catatan ini. 🙏CMIIW

JADIKAN HARI INI LUAR BIASA!
Ayo Share (Berbagi) Satu Hal Baik.
Sainganmu bukanlah orang lain, melainkan waktu yang kau sia-siakan, kebencian yang kau ciptakan, pengetahuan yang kau abaikan untuk dipelajari, dan koneksi yang gagal kau bangun.
James Altucher