Indahnya Hidup Setiap Hari Dengan Matematika Kehidupan

Membagikan kebahagiaan adalah salah satu isi dari penerapan "Matematika Kehidupan". Penerapan matematika dalam kehidupan sangat banyak, hanya tergantung kita bagaimana menghubungkan meteri tertentu dari matematika sehingga menjadi mempunyai korelasi dengan kehidupan kita atau sebaliknya.

Percakapan dua orang sahabat ini menjadi salah satu contoh bagaimana antara matematika dan kehidupan mempunyai korelasi yang bisa dipahami dan diterapkan meskipun sedikit dipaksakan. Yang penting tidak menghilangkan makna dari matematika itu sendiri, dengan kata lain kita bisa memperkenalkan bahwa matematika bukan hanya hitung-hitungan semata atau matematika bukan hanya sekumpulan rumus belaka

Seperti apa percakapan dua orang sahabat yang sangat menispirasi, mari kita simak;

Ada seorang sahabat, sebut saja namanya Joko. Orangnya bersahaja. Ia punya “kebiasaan” yang menurut saya sangat langka. Kalau beli sesuatu dari “pedagang kecil”, ia tidak mau menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.

Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU.
Joko berkata kepada Petugas SPBU: Tolong diisi Rp95.000 saja.
Sang Petugas merasa heran. Iapun balik bertanya: “Kenapa tidak sekalian Rp100.000 pak ?”
“Gak apa-apa, isi saja Rp95.000”, balas Joko.

Selesai diisi bensin, Joko memberikan uang Rp100.000. Sang petugas pun memberikan uang kembalian Rp5.000.
Joko berkata: “Gak usah, ambil saja kembaliannya.”

Sang petugas SPBU seperti tidak percaya.
Ia pun berucap: “Terima kasih Pak. Seandainya semua orang seperti Bapak, tentu hidup kami akan lebih sejahtera dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil”.
Saya tertegun dengan perilaku Joko dan juga petugas tersebut.

Di dalam perjalanan, saya bertanya pada sahabat saya tersebut : “Sering melakukan hal seperti itu?”

Joko menjawab: “Sahabatku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yg penting konsisten.
Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin kita bersedekah 5.000 kepada mereka. Uang 5.000 itupun tidak akan membuat dia kaya tapi yang jelas membantu dan membuat hatinya bahagia.

Saudaraku...
Hiduplah setiap hari dengan matematika kehidupan...
mengalikan $(\times)$ kegembiraan,
mengurangi $(-)$ kesedihan,
menambahkan $(+)$ semangat,
membagi $(÷)$ kebahagiaan, dan
mengkuadratkan cinta dan kasih sayang antar sesama..


Mari kita dukung Revolusi Mental, untuk perubahan yang lebih baik. Video ilustrasi berikut mungkin bisa mengajak kita untuk ikut berubah;

You Might Also Like: