Cara Belajar Peraih Nilai UN Tertinggi Dari Yang Tertinggi

Menjadi yang terbaik adalah harapan dari setiap anak-anak pada umumnya. Prestasi yang luar biasa didapat pastinya di dapat dari usaha yang luar biasa pula.

Ujian nasional tahun pelajaran 2014/2015 sudah selesai dilaksanakan dan hasilnya juga sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk pengumuman UN 2015 sedikit berbeda dengan pengumuman UN tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [Kemendikbud] juga mengumumkan tujuh provinsi yang mendapat indeks integritas tertinggi dalam pelaksanaan UN SMA/sederajat tahun 2015.

Ketujuh provinsi itu adalah:
  1. DI Yogyakarta,
  2. Bangka Belitung,
  3. Kalimantan Utara,
  4. Bengkulu,
  5. Kepulauan Riau,
  6. Gorontalo dan
  7. Nusa Tenggara Timur [NTT]

Bapak Mendikbud Anies Baswedan mengatakan:
  • Setiap gubernur akan menerima potret kejujuran sekolah di provinsinya,
  • Setiap Bupati akan menerima potret kejujuran sekolah di kabupatennya,
  • Indikasi kecurangan terdapat pada ujian nasional berbasis kertas atau paper based test [PBT].
  • UN CBT [Computer Based Test] atau ujian berbasis komputer, tidak terjadi kecurangan sama sekali atau tingkat kecurangan UN berbasis komputer adalah nol.
  • Semakin sebuah daerah berani menggunakan komputer dalam ujian, berarti semakin daerah tersebut jujur dalam ujian nasional.
  • Usaha dalam perbaikan pelaksanaan UN, lebih dari sekedar perbaikan nilai karena menjadi bagian dari revolusi mental dan memperbaiki ekosistem pendidikan, yaitu meliputi peserta didik, guru, kepala sekolah dan orang tua.
Point terakhir adalah rencana dari Bapak Presiden Jokowi sewaktu kampanye, yaitu 'Revolusi Mental'. Revolusi juga harus kita lakukan yaitu jangan menutup-nutupi yang tidak baik:
  1. Kenapa hanya Gubernur yang tahu potret kejujuran sekolah di provinsi,
  2. Kenapa hanya Bupati yang tahu potret kejujuran sekolah di kabupaten,
  3. Apakah masyarakat umum tidak boleh tahu mana provinsi atau kabupaten dengan indeks integritas rendah
Mudah-mudahan Kemendikbud segera mempublikasikan indeks integritas dalam pelaksanaan UN SMA/sederajat tahun 2015 untuk 34 Provinsi juga untuk 403 Kabupaten dan 98 Kota. Dengan dikeluarkannya urutan indeks integritas semua provinsi dan kabupaten/kota, maka terlihat jelas bahwa pemerintah benar-benar melakukan penilaian terhadap semua provinsi dan kabupaten/kota.

Itulah cerita tentang indeks integritas yang menurut kami adalah salah satu langkah yang sangat baik dalam memperbaiki mutu pendidikan Indonesia. Sekarang mari kita bergerak ke Daerah Istimewa Yokyakarta [DIY] yang berhasil menjadi provinsi dengan indeks integritas tertinggi. Kita coba berkenalan dengan siswa yang meraih nilai UN tertinggi di DIY, inilah sebab kita katakan peraih nilai UN tertinggi dari yang tertinggi.

Berdasarkan informasi yang diliput dari kompas.com bahwa siswa yang berhasil meraih nilai UN tertinggi di DIY adalah Selma Mutiara Hani, siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Selma Mutiara Hani, Anak pertama dari 3 bersaudara ini berhasil meraih nilai tertinggi ujian nasional se-Daerah Istimewa Yogyakarta [DIY]. Total nilai 562,1 dengan rata-rata 93,68 rincian nilai sebagai berikut;
  • Kimia: 100
  • Bahasa Indonesia: 91,8
  • Bahasa Inggris: 85,4
  • Matematika: 97,4
  • Fisika: 97,5 dan
  • Biologi: 90
Berdasarkan pengakuan Selma, bahwa dia tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik di DIY setelah dapat kabar dari temannya melalui sms. Cerita panjang yang dilalui Selma untuk bisa menjadi yang terbaik patut kita acungkan jempol. Bagaimana Selma meraihnya ternyata penuh dengan usaha. Selma menceritakan bahwa perlu usaha keras untuk dapat meraih apa yang di inginkan.

Kegemaran belajar sudah disenangi sejak Sekolah Dasar [SD]. Ia mengaku menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar. "Ya tetap main seperti anak-anak lainya, tapi memang saya suka belajar dari kecil. Kalau ada waktu saya pasti belajar," ucapnya.

Terlebih ketika menjelang UN, setahun sebelumnya ia mempersiapkan diri dengan mengikuti les privat bimbingan belajar [bimbel]. Dari sekolah, ia tidak langsung pulang melainkan mengikuti bimbel sampai pukul 20.00 WIB. "Pulang mandi, istirahat, tidur. Bangun jam 23.00 WIB, terus belajar sampai jam 03.00 pagi. Terus shalat," kata dia.

Selma mengatakan bahwa dia lemah di Bahasa dan Biologi, sehingga pelajaran-pelajaran ini menjadi dipelajari lebih banyak dari pelajaran lainnya. Selain ingin berprestasi di dunia akademik, kalau ada kesempatan Selma ingin mewakili Indonesia di dunia tari. Selma juga senang kebudayaan terkhusus tari. Di sela-sela rutinitas kegiatan belajar setiap hari, bermain musik dan menari menjadi penghibur dirinya yang paling setia, dengan bermain musik dan menari bisa membuatnya lebih fresh kata Selma.

Meskipun pelaksanaan UN tahun ini diwarnai kebocoran, tetapi Selma dan teman-temannya di SMA Negeri 3 Yogyakarta sepakat untuk tetap jujur. Apalagi mereka sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi UN dengan belajar tekun. "Keberhasilan jika diraih dengan kejujuran maka itu lebih membahagiakan" kata Selma.

Selain berprestasi Selma juga ternyata rendah hati, ini tercermin dari apa yang disampaikannya bahwa "Meskipun bahagia karena mendapat nilai yang sangat bagus untuk UN, Selma tidak mau berhenti sampai di sini. Menurut dia, prestasi ini hanya awal, hidup saya masih panjang, ini bukan puncak. Saya ingin meraih cita-cita menjadi dokter kandungan,"

Sebagai hadiah saat ini Selma sudah diterima melalui jalur khusus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Rasa senang dan bangga juga disampaikan oleh orang tua Selma yaitu Dr.Ani Kusnani Febriani. Beliau menuturkan, sebagai orangtua sangat bangga ketika anaknya memperoleh nilai tertinggi UN. "Bangga dan bersyukur. Tapi nilai tinggi itu kan tidak menjamin menjadi sukses, harus bisa sosialisasi juga, rendah hati dan jujur. Memperbanyak link juga," tegasnya.

Ani menambahkan, sejak kelas IV SD, Selma tidak perlu lagi diingatkan untuk belajar. Ia menilai putri sulungnya itu sudah memiliki sifat bertanggung jawab dan tahu yang harus dilakukan sejak kecil. Meskipun begitu, Ani selalu berpesan kepada Selma agar tetap menikmati masa remaja meskipun tetap tekun belajar.

Sebagai pelajar, sebahagian gaya belajar Selma bisa kita tiru dan sebagai orang tua gaya mendidik orang tua Selma ini bisa juga kita jadikan rekomendasi dalam mendidik anak, apalagi anak-anak kita masih SD. Kembali kita berharap pemerintah tetap memperhatikan dan menjaga aset nasional ini, jangan sampai besok kita kehilangan anak bangsa hanya karena pihak asing lebih memperhatikannya.

Mari kita dukung Revolusi Mental, untuk perubahan yang lebih baik. Video ilustrasi berikut mungkin bisa mengajak kita untuk ikut berubah;

You Might Also Like: